Filosofi Kain Jumputan

Jual Kain Lurik,Tas Lurik,Dompet Lurik

Filosofi Kain Jumputan

Kain jumputan merupakan produk kerajinan tenun yang diciptakan dengan teknik tie and dye. Di Indonesia sendiri, istilah tie dye sepertinya jarang digunakan karena sebagian masyarakat lebih sering menyebutnya dengan nama kain jumputan atau kain tenun ikat. Meski dibuat melalui serangkaian proses yang sama namun corak antara kain yang satu dengan lembaran lainnya bisa dipastikan tidak ada yang serupa.

Kain jumputan merupakan salah satu bentuk seni tekstil yang tumbuh di era 70-an dan merupakan peninggalan kaum Hippies atau yang disebut dengan Flower Generation. Flower Generation pada saat itu di aplikasikan untuk merepresentasikan “Fight With Flower” (lawanlah dengan bunga) yang mengartikan kelembutan dan tidak menyukai kekerasan.

Motif-motif yang ditampilkan sebagian besar memuat nilai kehidupan dan kebebasan yang terinspirasi dari sejarah perang nuklir tahun 50-an. Di Indonesia sendiri, pengembangan kain ikat atau jumputan dipelopori oleh Ghea Sukasah Panggabean dan Carmanita Mambu. Kain yang diidentikkan dengan unsur tradisional ini pada awalnya dibuat dengan bahan pewarna alami yang diperoleh dari lingkungan sekitar. Namun seiring dengan perkembangan dunia mode, teknik tie dye mulai dimodifikasi menjadi sebuah teknik modern yang dapat diaplikasikan pada berbagai produk fashion seperti kaos, rompi, jaket, jeans, legging, dan aksesoris.

Filosofi Kain Jumputan

Demikian ulasan mengenai Filosofi Kain Jumputan dari www.anisashop.com. Semoga bermanfaat.

Pusat Grosir Kain Batik, Kain Lurik, Baju Lurik

Dikembangkan oleh LKP KEMBAR