Fenomena Tren Syal Lurik

Jual Kain Lurik,Tas Lurik,Dompet Lurik

Fenomena Tren Syal Lurik

Di negara empat musim, syal menjadi pelengkap berpakaian pada musim dingin. Di Indonesia, syal lebih sering menjadi aksesori untuk mempercantik penampilan.Syal atau scarf bisa berbentuk bujur sangkar atau persegi panjang. Fungsinya beragam. Selain dikenakan di leher, bisa pula dililitkan di pinggang atau disimpulkan di tas.

Syal juga bisa dibuat dari berbagai kain berbeda seperti koleksi dari Shawl & Co milik Sastri Sanjoto, Tria Andrian, Indira Tranggono, dan Kartika Mahendrasmi. Syal ini dibuat dari dua hingga empat kain berbeda jenis, salah satunya dari kain tradisional, seperti batik, lurik, atau tenun.
Sejak pertama kali dirilis pada Maret 2011, Shawl & Co memang mengusung konsep etnik modern, dengan menggunakan kain tradisional sebagai unsur utama. Kain ini kemudian dipadukan dengan jenis kain lain dalam tekstur yang berbeda, seperti bahan kaus, sutra, sifon, beludru, hingga korduroi.

Syallurik tak hanya digunakan untuk membalut area leher ketika musim dingin atupun musim hujan, tetapi sekarang syal banyak sekali yang memadu padankan syal lurik dengan busana yang dikenakan sehari – hari. Tak heran syal apalagi yang berbahan dasar lurik ini banyak diminati masyarakat luas.

Syal tak hanya dikenal ketika dikenakan Audrey Hepburn, Elizabeth Taylor, atau Grace Kelly sebagai hiasan kepala. Konon, syal telah dikenal sejak tahun 1350 Sebelum Masehi pada zaman Mesir Kuno. Pada masa itu, syal dikenakan Ratu Nefertiti, juga sebagai hiasan kepala.

Fenomena Tren Syal Lurik

Itulah tadi Fenomena Tren Syal Lurik dari www.anisashop.com. Ketika berlangsung perang dunia kedua, perempuan yang bekerja di pabrik amunisi menutupi kepala mereka dengan syal agar rambut mereka tak tersangkut di mesin. Pada perkembangannya, seperti diceritakan dalam tulisan The neck’s big thing: a colourful history of the silk scarf dalam fashion.telegraph.co.uk, syal diproduksi secara massal ketika rayon mulai dikenal tahun 1930-an Syal dari bahan rayon dipakai oleh para perempuan yang ingin mempercantik penampilannya tetapi tak mampu membeli syal dari sutra yang lebih dulu populer. Syal tak hanya dikenal di panggung mode. Di dunia olahraga, syal dengan logo dan nama klub menjadi cendera mata klub sepak bola. Perhatikan saja yang terjadi di stadion sepak bola. Ketika tim kesayangan bertanding, para pendukungnya akan bernyanyi atau berteriak memberikan dukungan sambil membentangkan syal dengan kedua tangan.
 

 

 

 

Pusat Grosir Kain Batik, Kain Lurik, Baju Lurik

Dikembangkan oleh LKP KEMBAR