Menilik Proses Pembuatan Motif untuk Kain Lurik

Jual Kain Lurik,Tas Lurik,Dompet Lurik

Menilik Proses Pembuatan Motif untuk Kain Lurik

Lurik sebagaimana kita ketahui adalah kain tenun tradisional Jawa khususnya Jogja dan Solo. Lurik merupakan peninggalan sejarah yang sangat kuno, namun tidak begitu banyak yang masih peduli dengan keberadaannya saat ini.Kain tradisional ini, dibuat dengan melewati beberapa tahapan yang rumit dan membutuhkan ketelitian dan kesabaran dalam membuatnya.

Lurik, identik dengan kain khas di area Keraton Yogyakarta yang kini bisa digunakan oleh siapa saja. Sederhana, motifnya lurus vertikal atau horizontal, tapi ternyata punya makna mendalam. Menilik rangkuman buku karya Nian S Djoemena : Lurik: Garis-Garis Bertuah, yang terbit tahun 2000, dicontohkan kain lurik Liwatan digunakan sebagai selendang atau kemben liwatan pada upacara tingkeban dengan harapan agar ibu dan anak terhindar dari bahaya dan penyakit. 

Nah Untuk mengetahui lebih dalam mengenai lurik, mari kita lihat bagaimana proses pembuatan motif untuk kain lurik ini uk kita simak di bawah ini :

  1. Nah proses yang pertama adalah Proses pencelupan warna : Tidak seperti halnya dengan batik yang menggunakan cara “menggambar” pada selembar kain jadi serta pewarnaan diakhir proses. Lurik dibuat dengan menenun benang menjadi selembar kain dan justru dimulai dengan proses pewarnaan. Motif telah dirancang sejak dari proses pencelupan warna benang. Setelah dicelup, benag kemudian dijemur hingga kering.
  2. Untuk proses yang kedua Proses ini disebut kelos dan palet (memintal) gunanya untuk memudahkan dalam menata benang, setelah proses pencelupan warna dan penjemuran. Pada proses ini benang dipintal menjadi gulungan-gulungan kecil.
  3. Proses ketiga adalah Sekir (menata benang menjadi motif). Proses ini membutuhkan keahlian khusus serta ketelatenan yang luar biasa. Proses ini merupakan proses yang paling rumit dalam pembuatan kain lurik, dimana seorang penyekir harus menata benang-benang tipis sejumlah 2100 helai benang agar menjadi satu kain dengan motif lurik tertentu selebar 70 cm. Padahal masing-masing motif memiliki rumus yang berbeda, dan kain lurik memiliki puluhan motif, baik motif klasik maupun motif kontemporer.
  4. Proses keempat adalah Nyucuk, yaitu memindahkan desain motif ke alat tenun. Setelah motif dasar selesai ditata di alat sekir, kemudian dipindahkan ke alat tenunan. Pada proses ini 2100 helai benang benang tadi ditata dan dimasukkan satu persatu ke alat serupa sisir di alat tenun. Pada bagian ini, harus dilakukan oleh dua orang, yang satu memilah benang satu persatu untuk diserahkan pada partnernya, sedangkan satunya menerima dan memasangkan pada alat tenun.
  5. Dengan menggunakan alat tenun manual atau yang dikenal dengan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) benang-benang akhirnya ditenun menjadi kain-kain lurik indah penuh makna dan siap digunakan untuk menjadi sesuatu yang lebih indah.

Menilik Proses Pembuatan Motif untuk Kain Lurik

Itulah tadi Menilik Proses Pembuatan Motif untuk Kain Lurik. Untuk tau info lebih lanjut bisa mengunjungi anisashop.com semoga bermanfaat J

 

 

Pusat Grosir Kain Batik, Kain Lurik, Baju Lurik

Dikembangkan oleh LKP KEMBAR