Category Archives: Lurik

Tampil Cantik Memukau dengan Kebaya Jumputan

Tampil Cantik Memukau dengan Kebaya Jumputan

Kain jumputan merupakan kerajinan yang dihasilkan dengan teknik jumputan  untuk menghasilkan motif tertentu dari bahan berwarna putih polos. Dimulai dengan menjahit dan mengikat erat bagian-bagian tertentu kemudian mencelup dalam larutan pewarna sesuai keinginan.

Kini kain jumputan menjadi pilihan ,untuk model fasion ditahun sekarang, karena banyaknya pemilihan warna motif dan kain yang beragam menjadi pilihan, bahan kain jumputan yang berbahan dasar kain katunpun menjadi daya tarik tersendiri untuk kenyamanan pemakaian,

jumputan handmade

Tampil Cantik Memukau dengan Kebaya Jumputan

Kain jumputan biasanya di buat model kebaya, hal ini bisa menambah kesan tradisional dengan tetap menggunakan kebaya dengan kain jumputan, juga bisa memperlihatkan keanggunan dalam berbusana dan terlihat elegant dengan beragamnya motif jumputan dan warna kainnya.

nah, ingin Tampil Cantik Memukau dengan Kebaya Jumputan kini hadir di www.anisashop.com kebaya jumputan  berbahan nyaman tetapi tetap elegant www.anisashop.com merupakan pusatnya kebaya jumputan  di klaten.

Desainer Indonesia yang Menyukai Kain Lurik

Desainer Indonesia yang Menyukai Kain Lurik

Kain lurik merupakan kain tradisional. Tapi merambat tahun kain warisan ini bisa menjadi desain yang menakjubkan di tangan para desainer berikut ini:

1. Lulu Lutfi Labibi
Desainer asal Yogyakarta ini menjadi salah satu desainer yang mempelopori perkembangan lurik di dunia mode Indonesia. Koleksi terbarunya bertajuk Jantung Hati yang memiliki arti pegangan spiritual untuk memulai proses kreatif.

Ada 10 koleksi yang dibawakannya dengan motif lurik klasik berwarna hitam, cokelat, dan putih sebagai material utama. Ia memadukannya bersama kain kembang batu yang biasa dipakai sebagai bahan kebaya. Potongan busananya bermain dalam garis asimetris dengan cutting yang terstruktur dan aksen draperi yang mendominasi rancangannya.
2. Didiet Maulana
Didiet menghadirkan lurik melalui Ikat Indonesia dengan mengusung konsep busana kasual dan ready-to-wear. Desainnya lebih playful dengan gaun berpotongan pas badan, cropped top, jaket, sweater, dan celana pipa.

Rancangannya dikombinasikan dengan tenun Endek dari bali. Perpaduan garis geometris dan motif tribal menyatu secara apik tanpa ada yang terkesan ‘tumpang tindih.’
3. Stephanus Hamy
Pada 2012 silam, Stephanus Hamy pernah merilis koleksi lurik bertajuk Tenun to Lurik. Ia mengombinasikan kedua kain tradisional tersebut menjadi dress lurik yang dibalut oleh blazer dari tenun. Ia juga pernah merilis atasan lurik yang dipadukan dengan belt besar yang mirip seperti ciri khas budaya Betawi.
4. Zaskia Sungkar
Berkomitmen untuk selalu mengangkat wastra tradisional dalam setiap karyanya, Zaskia kali ini mengeksplor kain lurik Yogyakarta dan Solo sebagai material utamanya. Kain tersebut diolah menjadi outerwear, dress, dan atasan. Ia menambahkan aksen ruffle pada dress dengan dominasi warna hitam pada karyanya.

batik orange

Desainer Indonesia yang Menyukai Kain Lurik

Memadukan gaya berbusana modern dengan tradisional ternyata epic membuat rancangan pakaian yang terbuat dari kain lurik menjadi fenomenal. Di tangan ke empat desainer tersebut kain lurik menjadi kain kebanggaan dan menjadi pusat fashion nusantara. Semoga ulasan dari www.anisashop.com mengenai desainer Indonesia yang menyukai kain lurik bermanfaat. Bagi Anda yang sedang mencari kain lurik murah dan berkualitas, yuk ke www.anisashop.com

Jual Kain Lurik Modern

Jual Kain Lurik Modern

Kain tradisional berupa kain lurik ini menjadi sebuah maha karya yang bisa diubah menjadi pakaian modern seperti sekarang meski menggunakan bahan dasar kain tradisional. Kain tradisional lurik kini banyak diolah para desainer menjadi suatu busana modern dengan berbagai macam model. Padahal, kain yang bercorak garis-garis itu awalnya digunakan sebagai surjan, yakni pakaian yang biasa digunakan pria untuk menghadiri acara-acara adat tertentu.

Menurut desainer yang tinggal di Yogyakarta itu, semakin berkembangnya dunia mode Indonesia, terdapat pengembangan material kain lurik. Ada yang menyatukannya dengan kain tradisional lainnya seperti batik, tenun, dan songket, ada pula yang membuat lurik di atas kain sutra. Lantas sejauh mana kain lurik bisa dimodifikasi menjadi busana modern?

Desainer lulusan jurusan kriya tekstil Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini mengatakan, ia lebih menyukai jika lurik dimodifikasi menjadi busana modern asalkan tetap di dalam ‘ranah’ lurik yang hanya bergaris-garis saja, bukan ‘dicampur’ dengan motif kain tradisional lainnya. Tujuannya, sehingga orang-orang mengetahui DNA asli kain lurik.

“Saya sering menjumpai material lurik tapi di kain batik. Saya pribadi kurang suka dengan hal itu, maksudnya biarlah lurik keluar dengan DNA nya sebagai lurik dengan signaturenya yang bergaris-garis atau kotak-kotak,” tutur Lulu.

lurik polosan

Jual Kain Lurik Modern

Menjadikan kain lurik menjadi pakaian modern memang gampang-gampang susah. Diperlukan kejelian dalam membuat pakaian yang terbuat dari kain lurik tradisional. Tapi, ranah lurik sekarang sudah memasuki ragam motif dan warna. Seperti kain lurik modern yang ada di www.anisashop.com Jual kain lurik modern ya hanya di www.anisashop.com

Cara Membedakan Kain Lurik Asli dengan KW

Cara Membedakan Kain Lurik Asli dengan KW

Di jaman sekarang, membedakan barang yang asli dengan yang tidak asli memang sedikit susah. Kemiripan sebuah barang antara asli dengan KW (sebutan untuk barang yang tidak asli) memang harus teliti. Begitu juga untuk kain lurik, ternyata lurik pun ada yang KW. Nah, cara membedakan kain lurik asli dengan KW bisa dengan cara-cara berikut:
1. LIHAT, ada perbedaan yang jelas antara kain batik tulis maupun cap dengan batik print. Kain batik yang asli memiliki warna yang natural, kuat dan solid. Sedangkan kain bermotif batik memiliki warna yang lebih buram, warna sintetis, tidak solid dan tidak alami. Selain itu anda juga bisa mengamati corak yang ada di atas kain. Batik asli biasanya coraknya terlihat tidak beraturan dan tidak rapi. Ini karena pembuatan batik asli benar-benar menggunakan tangan manusia, bukan menggunakan mesin. Tidak jarang anda menemukan kesalahan yang tidak dapat dikoreksi, karena lilin yang sudah tertuang di atas kain tidak dapat dihapus. Batik print yang proses pembuatannya menggunakan mesin hasilnya tentu sempurna tanpa cacat, karena corak yang dibuat bukan langsung diatas kain, tapi di desain dulu pada aplikasi atau pada komputer.
2. CIUM, ciumlah batik yang anda punya. Gunakan indra pembau anda untuk merasakan bau yang muncul dari kain. Karena menggunakan lilin, batik yang asli tercium aroma lilin dari permukaannya. Sedangkan batik print yang tercium adalah bau tinta sablon atau bahkan sudah tidak memiliki bau lagi karena aroma bahan kimia biasanya hilang pada proses pencucian. Lilin yang ada pada batik asli terbuat dari bahan natural yang di ambil dari daun dan pepohonan sehingga mempunyai bau yang khas dan tahan lama.
3. RABA, Gunakan indra peraba anda dan rasakan perbedaannya. Kain batik asli biasanya halus dan mudah jatuh. Sedangkan kain batik yang palsu lebih cenderung kaku karena pewarna atau tinta yang meresap ke celah-celah benang membuat kain lebih kaku. Selanjutnya untuk membedakan batik asli dan palsu menggunakan kesensitifan telapak tangan, tetapi tidak terlalu sulit. Batik asli yang menggunakan lilin coraknya timbul ke permukaan kain batik. Jadi ada perbedaan kontur antara lilin dengan kain yang jadi dasar. Batik print nyaris tidak memberikan perbedaan kontur antara corak dengan kain karena corak meresap pada kain.
4. BALIK, sekarang saatnya membalik batik anda lalu perhatikan. Batik yang asli mempunyai motif dan warna yang sama dengan sisi luarnya. Sedangkan kain bermotif batik, jika dilihat motif dan warnanya jauh berbeda dengan sisi luarnya.
5. HARGA, kalau ini semua pasti sudah pada tau. Batik asli tentu harganya lebih mahal dari batik palsu karena pembuatan batik asli selain sulit juga memakan waktu yang tidak sebentar. Proses pembuatan batik yang sesungguhnya dimulai dari menyiapkan lilin dan kain. Kemudian pembatikan itu sendiri dilanjutkan dengan pencelupan lalu penjemuran. Sedangkan pembuatan batik print maupun sablon relatif cepat karena motif yang ada di aplikasi langsung diterapkan diatas kain, apalagi jika menggunakan print, dalam waktu singkat berlembar-lembar kain bisa langsung jadi.

tenun gerimis tumpal sby

Cara Membedakan Kain Lurik Asli dengan KW

Dengan empat cara di atas. Membedakan kain lurik asli dengan KW sedikit lebih mudah. Yang paling terlihat mungkin perihal harga. Karena harga kain lurik asli pasti lebih berharga. Yuk cari kain lurik asli di www.anisashop.com Jual kain lurik asli dan berkualitas bagus. Semoga tips membedakan kain lurik asli dengan KW dari www.anisashop.com ini berkualitas. Yuk buruan dapatkan!

Jual Kain Lurik Halus Asli Klaten

Jual Kain Lurik Halus Asli Klaten

Kain lurik adalah kain tradisional yang memiliki motif abadi. Kenapa disebut abadi? Karena motif serta corak dasarnya akan selalu ada meski berkembang menjadi kain lurik modern.

Pada dasarnya lurik memiliki 3 motif dasar, yaitu:
1) motif lajuran dengan corak garis-garis panjang searah sehelai kain
2) motif pakan malang yang memiliki garis-garis searah lebar kain,
3) motif cacahan adalah lurik dengan corak kecil-kecil.

Proses pemintalan kain katun sudah dilakukan secara moderen, yaitu menggunakan mesin. Salah satu inti yang membuat sebuah kain disebut sebagai kain lurik adalah penggunaan benang katun, sehingga menghasilkan tekstur yang khas pada kain ini. Sehingga sebuah kain bermotif lurik yang dipintal dari benang polyester, tidak dapat disebut sebagai kain lurik, karena teksturnya yang berbeda dengan kain lurik yang terbuat dari katun.

Karena teksturnya yang khas dan kekuatan kain ini, penggunaan kain lurik tidak terbatas untuk pemakaian sehari-hari seperti pakaian dan kain gendong namun juga digunakan untuk perlengkapan interior. Yang menyenangkan dari kain lurik adalah, meskipun ketika masih baru teksturnya sangat kasar dan kaku, namun ketika telah digunakan beberapa lama, teksturnya berubah menjadi lebih lembut tapi tidak berkurang kekuatannya.
Pada awalnya, kain lurik hanya dibuat dalam dua warna saja, yaitu hitam dan putih dengan corak garis atau kotak, namun kini banyak terdapat kain lurik dengan beragam warna, seperti biru, merah, kuning, coklat dan hijau. Yang membedakan tiap motif adalah susunan warnanya, misalnya 3 warna merah, 4 warna biru dengan bahan dasar hitam. Masing-masing komposisi warna dan garis pada kain lurik memiliki makna tertentu.

couple lurik gerimis

Jual Kain Lurik Halus Asli Klaten

Karakter kain lurik Klaten yang halus dan motifnya berani menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja untuk memilikinya. Kain lurik halus asli Klaten ditenun oleh penenun tradisional dengan sentuhan motif serta corak modern tapi tidak melupakan corak dasar dari kain lurik itu sendiri. Nah, jual kain lurik halus asli Klaten cuma ada di www.anisashop.com Berbagai kain lurik halus asli Klaten dijual di www.anisashop.com Yuk buruan, buat lebaran!

Fashion Kekinian dengan Kain Tenun Lurik

Fashion Kekinian dengan Kain Tenun Lurik

Cara termudah untuk bergaya di jaman sekarang adalah menampilkan sesuatu yang unik dan baru lalu menjadi trendsetter baru. Kain tenun lurik adalah salah satu jenis kain tenun yang berkembang di jawa khususnya Jawa Tengah dan Yogyakarta. Daerah lain di luar jawa juga memiliki kain tenun lurik tradisional yang serupa tapi tak sama dengan motif lurik jawa tengah. Kain tenun lurik telah berkembang di pulau Jawa semenjak zaman pra sejarah. Daerah utama penyebaran lurik di pulau Jawa yaitu Yogya, Solo dan Tuban. Alat tenun yang digunakan adalah ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) yang dikenal dengan nama gendong dan bendho.

Memang dari penjelasan tentang apa itu kain tenun lurik sudah menjadikan kita berpikir, “kain tradisional yang sudah ketinggalan jaman.” Tapi kain tradisional yang satu ini kini menjadi fashion kekinian.

batik

Fashion Kekinian dengan Kain Tenun Lurik

Trend perkembangan fashion yang semakin maju, mulai menggunakan aplikasi-aplikasi kain tradisional untuk busana fashion wanita. Termasuk kain lurik yang dahulu lebih banyak dipakai orang di desa saat ini sudah banyak dipakai untuk ke pesta. Desainer yang terus mengembangkan budaya lokal Indonesia kedalam bentuk busana fashion wanita untuk mengangkat kain tradisional Indonesia ke kancah internasional. Nah di www.anisashop.com menjual aneka kain tenun lurik motif teranyar dengan ragam motif yang kekinian. Fashion kekinian dengan kain tenun lurik cuma ada di www.anisashop.com Buruan!

Corak Dasar Kain Lurik Asli Klaten

Corak Dasar Kain Lurik Asli Klaten

Jika biasanya anda menjumpai kain polos atau kain motif bunga-bunga, hal tersebut sangat berbeda dengan jenis kain ini. Kain dengan nama lurik ini lahir di kecamatan kecil bagian dari kabupaten Klaten. Konon menurut sejarah, kain lurik pertama kali lahir di kota Pedan Klaten. Dan terus berkembang hingga masa kejayaan pada tahun 1950an. Sampai akhirnya mulai terpuruk sejak era orde baru. Kain tradisional ini termakan oleh warna-warni kain modern yang dibandrol dengan harga murah. Sampai akhirnya Pemerintah Kabupaten Klaten mulai mengangkat kembali lurik. Karyawan Pemkab Klaten diwajibkan mengenakan seragam lurik pada hari kamis. Hal tersebut ternyata berdampak sangat positif terhadap industri kain lurik di Pedan dan sekitarnya. Lalu apa sajakah motif dan corak dasar kain lurik Pedan yang terkenal itu? Simak ulasannya berikut ini.

Motif dan corak dasar kain lurik Pedan terbagi atas tiga motif dasar. Untuk yang pertama adalah motif lajuran dengan ciri khas garis-garis panjang yang searah. Motif dasar kedua adalah motif pakan malang dengan corak garis yang searah lebar kain. Dan yang terakhir motif cacahan yaitu kain lurik dengan corak kecil-kecil. Walaupun morif dasar hanya berupa garis-garis, akan tetapi variasi corak yang dikembangkan cukup banyak. Diantaranya corak jaran dawuk, dom ndlesep, ketan salak, kembang bayam, kembang mindi, kinanti, klenting kuning, dan melati secontong. Selain itu ada pula corak gadung mlati, bribil, tumenggungan, kijing miring, kunang sekebon, dan sebagainya. Nama corak dasar kain lurik Pedan ini diambil dari nama-nama tumbuhan atau hewan yang dikeramatkan.

Motif dasar kain lurik Pedan terus mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Hingga muncul motif-motif baru seperti sulur ringin, lintang kumelap, polos abang, polos putih, yuyu sekandang, dan lainnya. Sedangkan untuk motif kain lurik Pedan terbaru sudah tidak menggunakan nama tumbuhan atau hewan. Diantaranya bernama motif tenun ikat, galer, hujan gerimis, serta dam mimi. Motif lurik tersebut diatas memang dulunya sangat banyak. Namun saat ini keberadaannya sebagian sudah terlupakan. Tidak semua pengrajin lurik memahami ragam corak lurik tersebut. Dan saat ini kebanyakan para pengrajin tenun lurik otomatis tidak membuat lurik dengan motif tersebut. Mereka hanya membuat tenun lurik dengan motif modern yang cenderung lebih banyak disukai masyarakat.

lurik rainbow

Corak Dasar Kain Lurik Asli Klaten

Corak baru cenderung lebih segar dengan warna-warna cerah. Selain itu motif yang tertanam juga lebih variatif dan tidak monoton. Nah, maka dari itu motif lurik modern cenderung mudah berubah sesuai permintaan pasar. Saat ini para pemesan lebih banyak berasal dari sekolah, kantor, dan instansi lain. Kain tenun lurik yang dipesan akan digunakan untuk seragam. Bagaimana dengan kain lurik asli Klaten yang ada di www.anisashop.com? Kain lurik asli Klaten yang ada di www.anisashop.com merupakan kain tenun buatan penenun handal yang terjaga kualitas serta coraknya. Yuk dapatkan! Hanya di sini loh.

Desainer yang Merilis Koleksi Kain Lurik

Desainer yang Merilis Koleksi Kain Lurik

Kain lurik merupakan kain tradisional. Tapi merambat tahun kain warisan ini bisa menjadi desain yang menakjubkan di tangan para desainer berikut ini. Mereka berani mengambil kain lurik sebagai bahan dasar membuat fashion terkini. Yuk intip siapa saja desainer yang merilis koleksi kain lurik tahun ini:

1. Lulu Lutfi Labibi
Desainer asal Yogyakarta ini menjadi salah satu desainer yang mempelopori perkembangan lurik di dunia mode Indonesia. Koleksi terbarunya bertajuk Jantung Hati yang memiliki arti pegangan spiritual untuk memulai proses kreatif.

Ada 10 koleksi yang dibawakannya dengan motif lurik klasik berwarna hitam, cokelat, dan putih sebagai material utama. Ia memadukannya bersama kain kembang batu yang biasa dipakai sebagai bahan kebaya. Potongan busananya bermain dalam garis asimetris dengan cutting yang terstruktur dan aksen draperi yang mendominasi rancangannya.
2. Didiet Maulana
Didiet menghadirkan lurik melalui Ikat Indonesia dengan mengusung konsep busana kasual dan ready-to-wear. Desainnya lebih playful dengan gaun berpotongan pas badan, cropped top, jaket, sweater, dan celana pipa.

Rancangannya dikombinasikan dengan tenun Endek dari bali. Perpaduan garis geometris dan motif tribal menyatu secara apik tanpa ada yang terkesan ‘tumpang tindih.’
3. Stephanus Hamy
Pada 2012 silam, Stephanus Hamy pernah merilis koleksi lurik bertajuk Tenun to Lurik. Ia mengombinasikan kedua kain tradisional tersebut menjadi dress lurik yang dibalut oleh blazer dari tenun. Ia juga pernah merilis atasan lurik yang dipadukan dengan belt besar yang mirip seperti ciri khas budaya Betawi.
4. Zaskia Sungkar
Berkomitmen untuk selalu mengangkat wastra tradisional dalam setiap karyanya, Zaskia kali ini mengeksplor kain lurik Yogyakarta dan Solo sebagai material utamanya. Kain tersebut diolah menjadi outerwear, dress, dan atasan. Ia menambahkan aksen ruffle pada dress dengan dominasi warna hitam pada karyanya.

lurik hujan gerimis ATBM

Desainer yang Merilis Koleksi Kain Lurik

Dengan campur tangan para desainer handal dalam membuat pakaian berdasar kain lurik. Maka tidak diragukan lagi kain lurik menjadi primadona di kalangan kelas mana saja. Yuk kembali ke kain lurik tradisional dengan sentuhan motif dan corak terkini di www.anisashop.com Menjual berbagai kain lurik tradisional terkini ya hanya di www.anisashop.com

Dikembangkan oleh LKP KEMBAR