Category Archives: Lurik

Apakah Boleh Mencuci Kain Lurik dengan Mesin Cuci

Apakah Boleh Mencuci Kain Lurik dengan Mesin Cuci

Sebagai sebuah warisan nusantara segala jenis kain yang ada patut diapresiasi bermula dari cara merawatnya. Kain tradisional memiliki berbagai jenis serta ragam. Untuk itu cara memperlakukannya pun harus berbeda. Misal kain lurik. Kain yang bermakna kesederhanaan ini juga harus dirawat baik agar serat serta corak luriknya tidak pudar. Nah, bagaimana cara merawat sebuah kain lurik dengan penyucian lewat mesin cuci? Apakah boleh mencuci kain lurik dengan mesin cuci?

Mencuci kain lurik dengan mesin cuci bisa dihindari agar serat kain serta corak tidak memudar. Penggilas pada mesin cuci mengakibatkan serat kain longgar serta memudarkan kain. Untuk itu menggunakan mesin cuci untuk mencuci kain lurik sangat tidak dibenarkan. Lalu dengan menggunakan apa agar kain lurik masih terjaga luriknya? Dengan menggunakan tangan. Nah, bagaimana urutannya, yuk simak.

• Sebelum dijahit sebaiknya dicuci terlebih dahulu. Jika sudah berbentuk busana, langsung cuci saja.

• Cucian pertama lurik akan terjadi pelepasan warna yang tidak terikat pada serat benang, ini proses   alamiah yang terjadi pada produk /hand made/.

• Mencuci lurik tanpa deterjen berlebih, dianjurkan untuk menggunakan abun yang lebih lembut. Misalkan sabun lerak, sampo, atau sabun yang kadar alkalinnya rendah.

• Mencuci lurik dengan tangan, dianjurkan tidak menggunakan sikat dan mesin cuci

• Menjemur lurik di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung.

• Menyetrika dapat dibantu dengan cairan penghalus kain.

• Menyimpan lurik sebaiknya digantung dengan hanger, jangan dilipat.

 

Apakah Boleh Mencuci Kain Lurik dengan Mesin Cuci

Meskipun memakai mesin cuci lebih praktis tapi untuk keawetan kain lurik lebih baik dihindari. Jenis kain lurik akan mudah pudar jika cara merawatnya tidak benar. Untuk itu mencuci kain lurik dengan mesin cuci sangat tidak dibenarkan. Menggunakan tangan lebih optimal. Semoga penjelasan singkat tentang apakah boleh mencuci kain lurik dengan mesin cuci  dari www.anisashop.com ini bermanfaat serta bisa membantu Anda dalam merawat kain lurik berharga. Kain lurik berkualitas kebanggaan negeri bisa diperoleh di www.anisashop.com

Mengapa Kain Tenun Mudah Luntur

Mengapa Kain Tenun Mudah Luntur

Pembeli kain-kain tradisional mungkin sedikit kebingungan ketika harus berhadapan dengan lunturnya warna kain-kain tradisional pertama yang mereka beli. Sedikit diketahui, banyak orang yang tidak mau membeli kain-kain tradisional karena menuntut cara merawat dan menyimpannya. Kain tenun misalnya, kain tradisional jenis ini sangat terkenal dengan cepatnya luntur saat menyentuh air. Padahal penyebab kain tenun mudah luntur bisa diprediksi lebih awal. Nah di sini kita akan menyimak kenapa kain tenun mudah luntur.

Biasanya kain tenun mudah luntur itu disebabkan olah produksi yang tidak baik. Pada proses pencelupan warna serta pengeringan misalnya. Mengurangi jam waktu kering untuk menambah jumlah produksi. Bisa juga karena jenis pewarna yang memiliki sifat langsung mewarnai air jika bersinggungan dengan air. Bisa jadi, kain tenun tradisional tersebut menggunakan jenis serat benang yang tidak sesuai dengan pewarnanya. Menyebabkan proses pewarnaan tidak berlangsung lama dan hanya di luar saja.

parade lurik hijau

Mengapa Kain Tenun Mudah Luntur

Mengantisipasi kain tenun mudah luntur sedari awal bisa dilakukan. Misal; menyipratkan air ke kain atau salah satu warna kain. Jika ada bekas berarti kain tenun tersebut luntur. Bisa juga dengan mencelupkan sedikit ujung kain tenun pada genangan air. Dengan cara-cara tersebut di atas, kita bisa mengantisipasi bagaimana cara merawat warna kain tenun itu sendiri. Mengapa kain tenun mudah luntur yang dijelaskan oleh www.anisashop.com ini semoga bisa menambah keyakinan pengoleksi kain tenun tradisional agar tidak takut dengan masalah luntur. Kain tenun tradisional serta berkualitas bisa didapatkan di www.anisashop.com

 

Cara Menguji Apakah Kain Luntur atau Tidak

Cara Menguji Apakah Kain Luntur atau Tidak

Saat seseorang membeli sebuah kain. Hal pertama yang biasanya diperhatikan selain kehalusan serat kain adalah lunturnya warna pada jenis kain itu sendiri. Nah mumpung sebentar lagi lebaran tidak ada salahnya berbagi pengetahuan tentang bagaimana cara menguji kain luntur atau tidaknya. Simak ya

Pertama, lihat secara kasat mata. Hati-hati kain sejenis kain pantai dan batik cetak. Jenis  kain ini sangat mudah luntur apalagi jika cucian pertama kali. Usahakan, saat mencuci dilakukan terpisah dengan kain atau pekaian yang lain.

Kedua, kain  berbahan jeans. Biasanya, hingga pencucian ketiga sampai kelima,   pakaian berbahan jeans seperti celana, sangat mudah luntur.  Usahakan, saat mencucinya terpisah dengan kain yang lain, terutama yang berwarna putih.

Ketiga, untuk menganali cucian yang akan luntur dengan menggunakan air. Ambil satu pakaian yang dicurigai akan luntur. Lalu pintalkan bagian tertentu dan celupkan ke dalam air. Pintalan yang telah dicelup itu sedikit peras dengan tangan.  Jika di bagian tangan ada kotoran atau warna kaian bekas perasa, itu artinya warna kain tersebut akan luntur dan harus dicuci secara terpisah.

Keempat, tips yang paling jitu,  sebisa mungkin pisahkan pakaian yang berwarna dengan  pakaian yang putih.

parade lurik hitam

Cara Menguji Apakah Kain Luntur atau Tidak

Mungkin secara kasat mata saat membeli kita tidak bisa membedakan mana jenis kain yang luntur atau tidak. Nah untuk itu sangat disarankan mengenak berbagai macam jenis dasar bahan kain sebelum pembelian agar tidak kecewa nantinya saat mengetahui ternyata kain yang sudah dibeli lalu luntur saat pertama kali proses pencucian. Semoga tips cara menguji apakah kain luntur atau tidak dari www.anisashop.com ini bermanfaat kelak dan bagi anda yang sedang mencari kain-kain berkualitas bisa loh mampir ke www.anisashop.com Dijamin!

 

 

 

Cara Memadupadankan Kain Lurik

Cara Memadupadankan Kain Lurik

Mungkin kita sering kali bingung pasal memadupadankan jenis kain lurik dalam hal berbusana. Ya lurik dikenal memiliki corak serta motif yang terkadang susah dijadikan busana. Padahal jika teliti pasti ada sati sisi kain lurik yang gampang dipadankan dan terlihat catchy. Nah, bagaimana caranya? Yuk simak.

Biasanya orang mengenakan pakaian busana adat terdiri dari atasan serta bawahan. Karena kain lurik memiliki corak garis-garis. Tinggal menyamakan pola pada kain yang akan dibuat atasan serta bawahan. Pemilihan warna juga sangat dianjurkan. Kalau boleh harus seragam. Meski kain lurik modern lebih banyak menggunakan warna-warna berbeda. Tapi bisa kok memadupadankan segala jenis warna lurik agar terlihat sederhana saat dijadikan busana. Yaitu dengan menyamakan garis pada pola.

Cara Memadupadankan Kain Lurik

Cara memadankan kain lurik adalah menyesuaikan size tubuh kita agar suit pada busana yang akan kita kenakan. Orang kurus dilarang menggunakan lurik dengan corak lurik vertikal dan terlihat tajam. Karena akan terlihat semakin kurus. Nah, semoga cara memadupadankan kain lurik dari www.anisashop.com ini memudahkan anda dalam berbusana. Bagi yang sedang ingin mencari kain lurik berkualitas, mampir ke www.anisashop.com ya!

Asal Usul Kain Lurik

Asal Usul Kain Lurik

Lurik merupakan nama kain, kata lurik sendiri berasal dari bahasa Jawa, lorek yang berarti garisgaris, yang merupakan lambang kesederhanaan. Sederhana dalam penampilan maupun dalam pembuatan namun sarat dengan makna (Djoemena, Nian S., 2000). Selain berfungsi untuk menutup dan melindungi tubuh, lurik juga memiliki fungsi sebagai status simbol dan fungsi ritual keagamaan. Motif lurik yang dipakai oleh golongan bangsawan berbeda dengan yang digunakan oleh rakyat biasa, begitu pula lurik yang dipakai dalam upacara adat disesuaikan dengan waktu serta tujuannya. Nama motifnya diperoleh dari nama flora, fauna, atau dari sesuatu benda yang dianggap sakral. Motif lurik tradisional memiliki makna yang mengandung petuah, cita-cita, serta harapan kepada pemakainya. Namun demikian saat ini pengguna lurik semakin sedikit dibandingkan beberapa puluh tahun yang lalu. Perajinnya pun dari waktu ke waktu mulai menghilang. Lurik dalam ensiklopedia diartikan suatu kain hasil tenunan benang yang berasal dari daerah Jawa Tengah dengan motif dasar garis-garis atau kotak-kotak dengan warna-warna suram yang pada umumnya diselingi aneka warna benang. Kata lurik berasal dari akar kata rik yang artinya garis atau parit yang dimaknai sebagai pagar atau pelindung bagi pemakainya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990), lurik adalah kain tenun yang memiliki corak jalur-jalur, sedangkan dalam Kamus Lengkap Bahasa Jawa (Mangunsuwito:20 02) pengertian lurik adalah corak lirik-lirik atau lorek-lorek, yang berarti garis-garis dalam bahasa Indonesia. Tidak hanya berupa garis, motif kain lurik ada juga yang berupa kotak-kotak yang merupakan perpaduan dua garis vertikal dan horisontal yang pada kain tenun yang bercorak garis atau kotak saja, akan tetapi termasuk pula kain polos dengan berbagai warna, seperti merah dan hijau atau dikenal dengan nama lurik polosan.

lurik gerimis'

Asal Usul Kain Lurik

Dahulu, kain lurik dipakai hampir oleh semua orang, sebagai busana sehari-hari. Untuk wanita dibuat kebaya, atau tapih/nyamping/jarik (kain untuk bawahan). Untuk pria, sebagai bahan baju pria, di Solo disebut dengan beskap, sedangkan di Yogyakarta dinamakan dengan surjan. Selain itu, lurik juga dibuat selendang (jarik gendong) yang biasanya dipakai oleh bakul (pedagang) di pasar untuk menggendong tenggok (wadah yang terbuat dari anyaman bambu), terutama di daerah Solo dan Klaten Jawa Tengah. Selain dibuat untuk bahan pakaian ataupun selendang, yang lebih penting lagi bahwa kain lurik ini dahulu digunakan dalam upacara yang berkaitan dengan kepercayaan, misalnya labuhan ataupun upacara adat lain seperti ruwatan, siraman, mitoni, dan sebagainya. Mungkin lurik ini menjadi barang warisan kebalikan dari batik. Lurik lahir di tengah-tengah kreasi rakyat sedangkan batik di tengah budaya keraton. Untuk itu lah lurik sendiri menyiratkan kesederhanaan serta kekokohan rakyat sebagai manusia yang sederhana. Tapi mengikuti perkembangan jaman, kain lurik selalu melakukan inovasi serta kreasi. Asal usul kain lurik ini bisa dijadikan referensi bahwa kain lurik merupakan budaya yang harus dilestarikan. www.anisashop.com merupakan salah satu dari yang terbaik, memberikan berbagai jenis kain lurik agar terus eksis mengikuti gempuran fashion terkini. Cek ke www.anisshop.com untuk lebih jelasnya. Berkualitas!

Bagaimana Proses Pembuatan Kain Lurik?

Bagaimana Proses Pembuatan Kain Lurik?

Menggunakan ageman yang nilai sejarahnya sudah terbukti menjadi kebanggaan sendiri. Untuk itu, sekarang ini banyak sekali pakaian tradisional yang sengaja diinovasi serta dikreasikan ke dalam model terbaru agar tetap layak pakai serta jual. Misalnya kain lurik. Kain yang terkenal dengan motif garis-garis atau loreng-loreng ini memang menandakan kesederhanaan. Barangkali kita perlu menilik sejarah. Kain lurik diwariskan turun temurun oleh orang-orang desa saat masa kerajaan. Kain batik sendiri memang tidak meluas pembuatannya di kerajaan. Karena memang kain lurik lahir dari kesederhanaan rakyat pada masa itu. Kain lurik berasal dari bahasa jawa “lorek” yang memiliki arti garis, jalur atau belang. Dengan demikian dapat kita ketahui bahwa kain lurik ini memiliki motif berjalur atau bergaris. Akan tetapi dengan semakin berkembangnya kain lurik pada saat ini kain lurik tidak hanya bermotif garis saja tetapi juga telah memiliki motif yang beragam. Proses pembuatan kain lurik sendiri saat ini terus berinovasi agar produk kain lurik bisa bersanding dengan ribuan jenis kain tradisional lainnya. Nah, untuk yang penasaran. Bagaimana proses pembuatan kain lurik. Dalam artikel ini, akan disinggung bagaimana membuat pola larik atau lorek-lorek dalam sebuah kain.

  1. Pertama Pembuatan Kain Lurik (Pencelupan Warna)Kain lurik dibuat dengan cara menenun helaian-helaian benang menjadi selembar kain. Nah proses pertama ini adalah mencelupkan helaian-helaian benang tersebut pada warna yang diinginkan.
  2. Kedua Pewarnaan Kain Lurik (Kelos dan Palet)Benang yang telah dicelupkan dalam cairan warna kemudian dijemur hingga kering. Setelah kering kemudian benang tersebut dipintal dalam gulungan-gulungan kecil yang disebut dengan palet atau kelos.
  3. Ketiga Pembuatan Kain Lurik (Tata Benang Menjadi Motif / Sekir)Dalam proses ini helaian benang ditata agar menjadi sebuah motif kain lurik, biasanya 2100 helai benang untuk kain lurik selebar 70 cm. Proses inilah yang merupakan proses paling rumit, karena setiap motif kain lurik memiliki rumus yang berbeda-beda, baik itu motif klasik maupun motif kontemporer.
  4. Keempat Pembuatan Kain Lurik (Nyucuk)Nyucuk adalah memindahkan desain motif ke alat tenun. Setelah proses sekir selesai, kemudian benang ditata dan dimasukkan satu persatu pada alat yang serupa dengan sisir di alat tenun. Proses nyucuk ini harus dilakukan oleh 2 orang, satu orang bertugas memilah benang satu persatu dan menyerahkan pada orang kedua, sedangkan orang ke2 bertugan menerima benang dari orang pertama dan memasangnya pada alat tenun.
  5. Kelima Pembuatan Kain Lurik (Menenun)Proses yang kelima yaitu proses menenun dengan menggunakan alat mesin tenun manual yang biasa kita kenal dengan sebutan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

    ATBM adalah kependekan dari Alat Tenun Bukan Mesin. Jadi apabila anda mendengar istilah kain tenun ATBM berarti kain tersebut adalah hasil tenun yang bukan berasal dari mesin tenun yang modern seperti kebanyakan saat ini, melainkan dibuat dari mesin tenun yang digerakkan atau dijalankan oleh tenaga manusia. Alat tenun sendiri terdiri dari alat tenun tradisional, alat tenun bukan mesin yang menggunakan tenaga penggerak manusia, dan juga alat mesin yang dilengkapi dengan motor penggerak.

lurik couples marun

Bagaimana Proses Pembuatan Kain Lurik?

Kain lurik merupakan salah satu kain tradisional Indonesia yang telah ada sejak jaman kerajaan Majapahit. Kain lurik ini awalnya hanyalah memiliki motif berupa garis-garis lurus saja sehingga terkesan sangat sederhana. Penggunaannya pun juga terbatas karena hanya keluarga dari kasta tertentu yang boleh menggunakan kain lurik ini. Namun semakin lama kain lurik mengalami perkembangan, baik dari segi motif dan warna yang semakin beragam. Peminatnya pun semakin banyak sehingga saat ini kita sudah sering menemui seseorang yang mengenakan pakaian kain lurik. Kain lurik merupakan kain khas tradisional dari jawa yang berasal dari Kota Klaten. Untuk itu www.anisashop.com membuka peluang bagi Anda yang ingin memiliki ageman dari kain lurik kota Klaten. Menjadi satunya tempat yang memberikan kain lurik berkualitas serta menjelaskan bagaimana proses pembuatan kain lurik, cuma ada di www.anisashop.com

Jual Kebaya Lurik Kutu Baru

Jual Kebaya Lurik Kutu Baru

Jika anda sering menemui perempuan-perempuan Jawa memakai batik lurik kutu baru maka inovasi tersendiri bagi kami untuk mengenalkan kain lurik yang dirancang sedemikian rupa untuk agar bisa bersanding dengan kebaya batik. Kebaya lurik kutu baru menjadi tren terbaru di 2017, dengan pola khas lurik; lajur, garis atau belang-belang. Para pemilik mesin jahit berusaha memberi sentuhan pada kain lurik untuk bisa tetap mewariskan kain-kain tradisional agar dilirik oleh perempuan jaman sekarang.

Kebaya lurik kutu baru adalah pakaian yang terbuat dari kain lurik, umumnya kebaya terbuat dari kain tipis, songket atau beludru. Tapi kebaya lurik kutu baru didesain dari kain lurik agar bisa bersanding dengan kebaya batik. Kebaya batik lurik kutu baru tidak memerlukan bef atau kembem di bagian dada. Karena sudah praktis dibuat menyatu dengan baju kebaya itu sendiri.

kebaya

Jual Kebaya lurik kutu baru

Kebaya lurik kutu baru bisa menambah tampilan anda nampak elegan. Meski lurik mempunyai pola sederhana tapi akan terlihat menawan jika anda yang mengenakan. Kebaya lurik kutu baru tidak hanya dirancang untuk perempuan-perempuan Jawa. Kebaya lurik kutu baru terbuat dari kain lurik berkualitas lembut dan tidak kusut. Dengan jahitan para penjahit profesional. Kebaya lurik kutu baru bisa dibeli baik secara online www.anisashop.com atau datang langsung ke galeri kami.

Yuk, berbelanja kebaya lurik kutu baru di www.anisashop.com

Jual Kain Lurik, Baju Lurik, Dompet Lurik, Tas Lurik dan Kain Batik

Berburu Kain Tenun Lurik Khas Jawa Tengah

Berburu Kain Tenun Lurik Khas Jawa Tengah

Klaten adalah kota yang letaknya di antara dua kota yaitu Solo dan Jogja. Dua kota tersebut masih mempunyai tradisi keraton. Di antara dua kota tersebut memiliki kerajinan lurik. Kota Klaten pun juga memiliki kerajinan lurik. Tenun lurik adalah salah satu khas kerajinan di Klaten yang cukup terkenal. Lurik ini memang dikenal sejak zaman Majapahit karena merupakan salah satu pakaian kaum priyayi waktu itu.  Saat ini kain tenun lurik Klaten sudah menjadi sangat populer dan banyak dicari oleh banyak orang. Sehingga pengunjung yang datang ke Klaten banyak yang membeli kain lurik sebagai oleh-oleh khas Klaten.

Kain tenun lurik khas Klaten memiliki pola serta ciri khas tersendiri. Bahkan kabupaten Klaten memiliki tugu alat penenun sebagai simbol taman kota Klaten. Lurik berasal dari kata lorek yang memiliki arti garis-garis. Meskipun kain tenun lurik secara umum hanya terdiri dari garis-garis, loreng atau lajur. Tapi dengan berkembangnya jaman, kain tenun lurik khas Jawa Tengah mengalami perkembangan. Kain tenun lurik memiliki motif-motif baru seperti sulur ringin, lintang kumelap, polos abang, polos putih, yuyu sekandang, dan lainnya.

Kain tenun lurik modern memang memiliki corak yang menyegarkan. Bermain warna dan tidak melulu hanya biru atau coklat saja. Warna-warna alam diinovasi agar kain tenun lurik khas Jawa tengah selalu dinanti.

IMG_20170129_065550_621

Berburu Kain Tenun Lurik Khas Jawa Tengah

Kain tenun lurik beraneka corak, meski kain lurik memiliki pola seragam; lurik. Tapi di www.anisashop.com kami memulai sebuah kreasi. Menjadi wadah untuk berburu kain tenun lurik khas Jawa Tengah. Kain tenun lurik khas Jawa Tengah dihasilkan oleh alat tenun bukan mesin yang masih menggunakan jemari-jemari penenun untuk mempertahankan kualitas kain tenun lurik khas Jawa Tengah.

www.anisashop.com adalah tempat pengrajin kain tenun khas Klaten. Yang secara tradisional tetap menjaga kain tenun lurik untuk diabadikan bagi para pemburu barang-barang tradisional sebagai buah tangan atau oleh-oleh.

Dikembangkan oleh LKP KEMBAR