Category Archives: Tips Belanja

Tips Liburan Sambil Belanja Kain di Solo

Tips Liburan Sambil Belanja Kain di Solo

Sebentar lagi liburan akhir tahun lho? Terus, mau liburan kemana? Sudah ada rencana kah? Mau ke luar negeri, ke Bali, Lombok, Yogyakarta, atau malah… Enaknya liburan ke Solo saja? Nah, buat yang suka banget dengan wisata sejarah dan budaya, Kota Solo sangat direkomendasikan untuk didatangi ya! Kenapa? Karena di Kota Solo ini kalian bisa menjelajahi kota sambil melihat keraton, mengunjungi pasar tadisional, atau berbelanja kain batik. Menarik sekali bukan? Berikut ini adalah Tips Liburan Sambil Belanja Kain di Solo.

1. Bawa kamera

Mengabadikan momen sekarang sudah jadi bagian perjalanan, tak terkecuali saat bertandang ke Solo. Sebegitu banyak objek menarik di sini, Anda tentu bakal merasa rugi kalau meninggalkan kamera di rumah.

2. Wisata kuliner

Saking asyik menjelajah, jangan sampai Anda tidak sempat mencicip lezatnya kuliner setempat. Solo memiliki banyak makanan yang wajib dicoba, mulai dari nasi liwet, satai buntel, tengkleng, selat Solo, timlo Solo, dan serabi.

3. Persiapkan daftar oleh-oleh

Kurang lengkap rasanya kalau pelesiran ke Solo tanpa membawa buah tangan pulang. Godaan ini makin hakiki dengan cukup banyaknya pilihan oleh-oleh khas Solo yang bisa dibeli, mulai dari batik, dodol, sampai jenang.

4. Berkunjung ke Sentra Kampung Batik Kauman.

Beberapa tempat yang sudah umum untuk berbelanja Batik di Solo salah satunya Kampung Batik Kauman letaknya di dekat Keraton Kasunanan. Produk batik desa Kauman biasanya terbuat dari bahan sutera dan tenun sutera, dan kapas premmisima. Sesuaikan saja dengan budget jika ingin berbelanja batik di Solo.

Tips Liburan Sambil Belanja Kain di Solo

Demikian Tips Liburan Sambil Belanja Kain di Solo dari www.anisashop.com. Gimanaa? Sudah mulai pengen liburan ke Solo belum? Solo lumayan menarik buat dieksplore sana sini kan? Masih banyak tempat menarik dan lainnya. Yang paling pengen sih, beli kain batik khas solo itu! Yuk!

Tempat Belanja Kain Tenun di Klaten

Tempat Belanja Kain Tenun di Klaten

Kawasan Pedan, Klaten, Jawa Tengah, sudah sekian lama menjadi sentra lurik. Pasang surut mewarnai perjalanannya. Banyak pula yang tumbang. Namun, lewat tangan kreatif generasi baru, lurik kembali menggeliat dan terangkat. Riwayat tenun tradisional lurik di kota kecil Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memang sudah berusia sangat panjang. Kain bermotif garis-garis itu sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Kediri.

Salah satu pengrajin tenun lurik, Arif Purnawan, 50, mengaku setiap hari memproduksi kain tenun lurik untuk memenuhi pesanan konsumen yang tersebar di banyak daerah. Produk lurik tersebut merupakan hasil kerajinan dengan alat tenun bukan mesin (ATBM).

Di Pedan ini, Arif memberdayakan 12 pekerja untuk menggenjot produksi tenun lurik ATBM. Di dua cabang lainnya di Kecamatan Trucuk yakni di Mawung dan Bero, produksi tenun masing-masing digarap 20 pekerja dan 12 pekerja. Kain tenun yang diproduksi beragam. Untuk kain lurik biasa dibanderol Rp40.000/meter, sedangkan kain sutera dilempar ke pasaran seharga Rp350.000/meter.

Menurut dia, pelanggan tenun lurik Pedan kebanyakan merupakan orang-orang dari luar Jawa. Mereka merasa memiliki motif pulau itu, tapi di daerah asalnya sudah tidak ada pengrajinnya. Tingginya minat orang luar Jawa terhadap lurik Pedan menjadi jaminan tersendiri keberlangsungan bisnis CV Warisan Multi Tenun. Menurut Arif, omzet yang dia peroleh minimal Rp30 juta/bulan. Bahkan jika sedang banyak pesanan, omzetnya bisa tembus sampai Rp75 juta/bulan.

Menggeluti usaha tenun lurik 22 tahun ini membuat Arif kenyang asam garam perlurikan di Pedan. Sebagai generasi ketiga setelah Atmo Pawiro dan Raden Rahmad, Arif pernah merasakan masa keemasan lurik Pedan antara 1980-1990. Gubernur Jateng pada masa itu, Muhammad Ismail, menerbitkan surat keputusan (SK) Gubernur Jateng yang mewajibkan setiap PNS memakai lurik tradisional. Selain memproduksi kain tenun lurik, Arif sampai sekarang juga aktif menjadi mentor pelatihan atau kursus tenun lurik di sejumlah daerah hingga luar Jawa, serta memasarkan mesin produksi ATBM buatan sendiri.

Tempat Belanja Kain Tenun di Klaten

Nah, Jika anda sedang berwisata di Klaten jangan lupa mengunjungi Tempat Belanja Kain Tenun di Klaten yang bisa Anda dapatkan di www.anisashop.com Tempat Belanja Kain Tenun di Klaten, anda akan mendapatkan harga yang lebih murah dan sekaligus untuk melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia bisa anda dapatkan langsung dari Tempat Belanja Kain Tenun di Klaten www.anisashop.com.

Tempat Belanja Kain Tenun di Jogja

Tempat Belanja Kain Tenun di Jogja

Bicara Jogja sudah pastilah kebayang beragam image yang ada di benak kita. Mulai dari “gudeg”, malioboro, keraton, parangtritis, dan seterusnya. Provinsi Jogja memang terkenal dengan wisatanya yang ciamik dan batik-batiknya yang berkualitas bagus. Namun ternyata banyak orang yang tak mengetahui selain batik, Jogjakarta juga menghasilkan tenun. Ialah Desa Gamplong, desa yang menjadi pusat kerajinan tenun tradisonal di Jogjakarta sejak puluhan tahun silam.

Industri tenun tradisional ini juga masih menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dari tangan-tangan pengrajin andal. Desa ini terletak di Gamplong, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman atau lebih tepatnya di Jalan Raya Wates Km 14. Sejarah tenun di sana sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Ketika itu para leluhur membuat tenunan ikat bagor sebagai pakaian orang pribumi. Mereka juga mencoba membuat tenun stagen, kain kasah, serbet hingga handuk. Semakin berkembang, warga membuat kerajinan anyaman dari serat alam seperti enceng gondok, lidi, mendong.

Desa Gamplong memiliki brand dan nama sendiri karena desa ini sudah sangat terkenal dengan ciri khas tenun serat alamnya. Meski terkenal dengan desa tenun serat alam, namun ternyata bahan baku tenun di sini bukanlah dihasilkan sendiri. Penduduk Gamplong mendapatkan bahan seperti lidi dari Cilacap, Ciamis, hingga Pangadaran Jawa Barat. Sedangkan eceng gondok mereka peroleh dari Semarang dalam keadaan sudah kering hasil dijemur di Pantai Selatan. Adapun akar wangi, didapatkan dari Tasikmalaya.

Tenun yang paling sulit dan termasuk mahal di Gamplong sendiri adalah tenun yang dibuat akar wangi. Pasalnya bahan ini sangatlah tipis dan membutuhkan ketelatenan untuk membuatnya. Desa ini juga menyediakan paket kerajinan untuk siapapun yang ingin belajar. Seperti untuk anak sekolah dasar bisa mendaftarkan belajar membuat kerajinan seperti kotak pensil, pigura, hingga suvenir. Bahkan peminat belajar ini juga datang dari luar Jawa.

Tempat Belanja Kain Tenun di Jogja

Nah jika anda berkunjung ke Jogja jangan lupa berkunjung ke Tempat Belanja Kain Tenun di Jogja ini. Dengan begitu kita sudah menghargai dan ikut mendukung perkembangan kerajinan Tenun Tradisional Indonesia. Masih kurang puas ??? Silahkan berkunjung juga ke www.anisashop.com Tempat Belanja Kain Tenun di Jogja dijamin Anda akan kagum dengan kreatifitas anak bangsa yang menghagai warisan budaya bangsa Indonesia ini dengan produk yang membanggakan juga bisa Anda dapatkan di www.anisashop.com.

Tempat Belanja Kain Tenun di Solo

Tempat Belanja Kain Tenun di Solo

Tenun Lurik merupakan salah satu jenis tenun Indonesia dan berlokasi di Jawa. Produksi tenun lurik berada di wilayah Yogyakarta, Klaten dan Solo. Dibanding dengan lurik Klaten dan Yogyakarta, lurik Solo cenderung lebih kasar dan bermotif kuno dengan dominasi warna gelap.

Dahulu, kain tenun lurik dipakai hampir oleh semua orang, sebagai busana sehari-hari. Untuk wanita dibuat kebaya, atau tapih/nyamping/jarik (kain untuk bawahan). Untuk pria, sebagai bahan baju pria, di Solo disebut dengan beskap, sedangkan di Yogyakarta dinamakan dengan surjan. Selain itu, lurik juga dibuat selendang (jarik gendong) yang biasanya dipakai oleh bakul (pedagang) di pasar untuk menggendong tenggok (wadah yang terbuat dari anyaman bambu), terutama di daerah Solo dan Klaten Jawa Tengah. Selain dibuat untuk bahan pakaian ataupun selendang, yang lebih penting lagi bahwa kain lurik ini dahulu digunakan dalam upacara yang berkaitan dengan kepercayaan, misalnya labuhan ataupun upacara adat lain seperti ruwatan, siraman, mitoni, dan sebagainya.

Tempat Belanja Kain Tenun di Solo

Di Yogyakarta dan Jawa tengah kian tenun lurik dipakai untuk baju seragam kantor di dinas atau instansi pemerintah setiap selapan hari ( 35 hari ), dan dikalangan sosialita banyak digunakan untuk trend baju masa kini. Nah, bagaimana Anda merasa tertarik menggunakan kain tenun lurik ini. Tentu kain lurik selalu mengikuti perkembangan jaman. Nah kain tenun lurik memang baju tradisional Solo dan Yogyakarta tapi apa salahnya mengenakan pakaian yang bernuansa budaya. Yuk klik www.anisashop.com. Tempat Belanja Kain Tenun di Solo berkualitas. Bukan hanya produknya, keragaman kain tenunnya pun mengingatkan kita pada masa kerajaan masih ada bisa Anda daptkan langsung dari Tempat Belanja Kain Tenun di Solo www.anisalurik.com.

Tempat Belanja Kain Tenun di Lombok

Tempat Belanja Kain Tenun di Lombok

Liburan ke Lombok tanpa belanja oleh-oleh rasanya kurang lengkap. Lombok terkenal dengan berbagai makanan khas dan kerajinannya. Banyak souvenir yang cocok untuk anda bawa pulang seperti perhiasan mutiara, jajanan khas Lombok serta kain tenun khas Lombok. Karena banyaknya hal yang sayang jika dilewatkan, menarik minat para pelancong ketika berlibur ke Lombok.

Mengunjungi Desa Sade, Lombok Tengah tak sebatas atraksi budaya dan kearifan lokal. Anda bisa belanja oleh-oleh berupa kain tenun yang dibuat langsung oleh gadis Suku Sasak. Kerajinan tangan itu berupa gelang yang terbuat dari kayu serta manik-manik. Ada juga yang terbuat dari batu-batuan, bahkan cincin batu akik pun dijual di sini. Namun yang paling khas tetaplah kain tenun khas suku Sasak yang dibuat oleh para gadis yang masih perawan, hingga yang sudah lanjut usia.

Kain tenun ini kaya akan motif dan corak, serta warna. Motif kain tenun sarung yang dipakai para pria tampak lebih sederhana, hanya berupa garis lurus saja. Warnanya juga terdiri dari 2-3 warna saja. Sementara motif kain tenun yang dipakai wanita, lebih kompleks dan berwarna-warni.Kain-kain cantik ini ditenun dengan alat yang masih sangat sederhana, dan menggunakan bahan-bahan yang masih alami. Benangnya dipintal dari kapas, sementara pewarnanya dari bahan-bahan alam seperti kunyit untuk warna oranye, serta arang untuk warna hitam. Tanpa pewarna buatan. Bahannya juga adem ketika menempel di badan.

Untuk mengerjakan satu lembar kain, dibutuhkan waktu sekitar 3 minggu, hingga 1 bulan, tergantung kerumitan pola yang ada di atas kain. Semakin rumit, semakin lama proses pengerjaannya. Maklum, semuanya masih handmade, tidak tersentuh modernisasi alat-alat seperti di pabrik tekstil. Untuk harga per kain bisa mencapai Rp1 juta, meski ada juga pernak-pernik tenun yang ditawarkan dengan harga Rp50 ribu. Ada yang menggunakan kain ini sebagai pakaian, ada juga yang menggunakannya sebagai hiasan dinding.

kain tenun lombok

Tempat Belanja Kain Tenun di Lombok

Nah, Itulah Tempat Belanja Kain Tenun di Lombok dari www.anisashop.com. Jika Anda sedang liburan jangan lupa ya mampir ke Tempat Belanja Kain Tenun di Lombok di Desa Sade ini. Untuk Anda yang berada di pulau Jawa khusunya juga bisa mendapatkan tenun khas lombok ini langsung dari Tempat Belanja Kain Tenun di Lombok di www.anisashop.com.

 

Tempat Belanja Kain Tenun di Bali

Tempat Belanja Kain Tenun di Bali

Bali terkenal akan masyarakatnya yang memiliki kreasi seni dan budaya yang adiluhung. Bukan hanya di Indonesia kepopuleran kerajinan dan kreasi senai dari Bali juga terkenal hingga ke mancanegara. Kearifan lokal serta eratnya Bali dengan budaya dan tradisi leluhur secara turun temurun, menjadikan masyarakat Bali orang-orang yang kreatif. Kedekatan antar masyarakat di Bali dengan alam menginspirasi orang-orang bali menciptakan sebuah kain tenun dan batik yang indah. Pasar Klungkung pun menjadi pusat daerah tenun Bali yang kaya dengan potensi keindahannya. Sebagai pusat tenun, tentu Anda akan dapat dengan mudah memperoleh kain hasil kreasi masyarakat Bali. Anda bisa membelinya di Pasar Klungkung. Kain endek dan kain batik khas Bali banyak dijual di sana.

Di Pasar Klungkung ini hampir semua kiosnya menjual kain endek, kain tenun khas Bali. Terdapat beragam jenis dan motif kain endek yang dijual. Warnanya juga sangat bervariasi. Pasar Klungkung menyediakan beragam kain endek dengan beragam harga. Mulai dari yang paling murah yang hanya dipatok Rp. 30.000,00 saja per meter, hingga kain endek yang berharga ratusan ribu per meter. Konsumen tinggal pilih mana yang disuka.

Kain endek pun tidak hanya diperuntukkan untuk busana. Sekarang banyak pula yang diaplikasikan dan dibuat benda lainnya, misal dijadikan untuk dompet, tas, motif di sepatu, dan sebagainya. Orang Bali memang terkenal dengan rasa seninya yang tinggi. Tertarik dengan kain Endek? Silakan ke Pasar Klungkung. Dijamin pasti bingung karena begitu banyak pilihan. Semua indah, semua bagus.

Selain kain endek, di pasar ini dijual juga pelengkat pakaian saat Hindu di Bali melaksanakan kebaktiannya seperti kebaya, hiasan kalung, anting, udeng dan masih banyak lagi. Di lain tempat juga ada bagian pasar yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari. Kemudian di sisi lain tempat ini ada deretan pedagang canang yang menghias janur dengan bunga-bunga indah, siap untuk dibeli sebagai perlengkapan persembahyangan umat Hindu. Penjual jajanan tradisional juga ada, apalagi bagi anda yang suka dengan kulinertradisional di Bali.

Tempat Belanja Kain Tenun di Bali

Itulah Tempat Belanja Kain Tenun di Bali dari www.anisashop.com. Jadi, kalau sedang liburan di Bali, jangan lupa mampir ke Tempat Belanja Kain Tenun di Bali yaitu Pasar Klungkung, lokasinya tepat di seberang jalan Kerta Gosa di Kabupaten Klungkung, tepatnya di Kota Semarapura, ibukota Kabupaten Klungkung.

Mengapa Kain Lurik Harus Dicuci dulu Baru Dijahit?

Mengapa Kain Lurik Harus Dicuci dulu Baru Dijahit?

Kain yang satu ini adalah kain tenun khas Jawa. Seperti kain tenun lain, kain lurik memerlukan perawatan yang tepat. Jika ditangani secara asal-asalan, kain lurik akan cepat kusam. Sebaiknya, cuci kain lurik sebelum dijahit. Hal ini untuk mengantisipasi pakaian menyusut karena sifat kain lurik akan mengerut setelah dicuci pertama kali. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas kain dan warnanya. Selain itu jua memiliki alasan agar bersih dan terasa nyaman saja jika dikenakan.

Kain lurik yang berkualitas memiliki daya menyusut yang kecil. Hanya 2-5 cm setiap meternya. Pilihlah kain lurik yang kerapatan benangnya lebih rapat, agar saat pertama kali dicuci hanya sedikit bagian yang menyusut.

Kain lurik ketika masih baru mungkin terkesan kaku. Namun, sebenanrnya itu lebih berkualitas karena kerapatan benangnya lebih rapat. Mencuci kain lurik, tidak boleh sembarangan. Gunakan lerak untuk mencuci kain lurik yang menggunakan pewarna alami. Tujuannya adalah agar kualitas warna lurik tidak berubah. Setelah kemudian dicuci, maka kain lurik yang kaku tersebut nantinya akan lebih lembut.

Mengapa Kain Lurik Harus Dicuci dulu Baru Dijahit?

Itulah ulasan tentang Mengapa Kain Lurik Harus Dicuci dulu Baru Dijahit? dari www.anisashop.com. Semoga ulasan tersebut bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita tentang kain lurik. Semoga bermanfaat.

Tips Memilih Kain Tenun Berkualitas Baik

Tips Memilih Kain Tenun Berkualitas Baik

Kain Lurik dengan ciri khas motif garis sekarang ini banyak dijumpai di pasaran. Namun, kita perlu tahu dan lebih mengenal kain lurik yang memiliki kualitas baik. Berikut ini asa beberapa Tips Memilih Kain Tenun Berkualitas Baik:

1. Lihat permukaan dua sisi kain lurik.

Kain lurik tenun asli dua sisi permukaan bolak-baliknya sama. Hal ini dikarenakan proses pewarnaan pada kain tenun lurik dimulai dari benang. Jika satu permukaan warnanya dijumpai tidak sama (atau berwarna putih), maka sudah bisa dipastikan itu kain hasil printing mesin yang bermotif serupa lurik.

2. Terawanglah kain lurik.

Saat menerawang maka akan bisa dilihat kerapatan benang pada kain tersebut. Kain lurik yang dikerjakan dengan tenun secara tradisional, maka kerapatan benangnya tidak sama. Hal ini dikarenakan tenaga manusia yang kurang bisa konsisten seperti halnya mesin. Ada kalanya tenaga manusia kuat saat menenun, ada kalanya pula lemah karena kondisi capai dalam menenun. Hal ini berdampak pada kerapatan benang yang dihentakkan pada saat menenun.

3. Periksalah tepi kain lurik tersebut.

Kain lurik yang dikerjakan secara tradisional cenderung kurang rapi. Berbeda halnya dengan yang dikerjakan dengan mesin yang sudah ada tambahan alat untuk merapikan tepi kain.

4. Kain tenun memiliki ciri susut pada saat pertama kali kena rendam air.

Maka sebaiknya kain lurik direndam terlebih dahulu sebelum dijahit. Kain lurik yang kualitas bagus memiliki ciri susutnya sedikit ketika direndam, yakni penyusutan 2-5 cm per meternya. Maka ketika memilih kain lurik, pilihlah kain lurik yang mempunyai kerenggangan/kerapatan benang yang lebih rapat supaya sedikit penyusutannya ketika dicuci untuk pertama kali.

5. Kain lurik mungkin terkesan kaku ketika masih baru.

Namun, sebenanrnya itu lebih berkualitas karena kerapatan benangnya lebih rapat. Setelah kemudian dicuci, maka kain lurik yang kaku tersebut nantinya akan lebih lembut.

Tips Memilih Kain Tenun Berkualitas Baik

Demikianlah Tips Memilih Kain Tenun Berkualitas Baik dari www.anisashop.com. Ternyata, memilih kain lurik yang berkualitas baik tidak sesulit yang dibayangkan, lho. Jadi, jangan ragu lagi untuk membeli kain tenun tradisional yang cantik ini. Semoga bermanfaat.

Dikembangkan oleh LKP KEMBAR