Category Archives: surjan

Tips Memilih Baju Surjan yang Cocok untuk Anak

Tips Memilih Baju Surjan yang Cocok untuk Anak

Surjan awalnya diciptakan oleh Sunan Kalijaga yang diinspirasi oleh model pakaian pada waktu itu dan selanjutnya digunakan oleh kerajaan Mataram. Surjan sendiri terdapat dua jenis yaitu surjan lurik dan surjan Ontrokusuma. pada jaman sekarang sudah jarang orang menggunakan baju surjan, kecuali ketika ada acara tradisional tertentu, seperti ketika anak akan mengadakan pentas di sekolalahnya yang bertemakan trasional maka baju surjanpun dipilih untuk melengkapi tema trasional,

terutama dalam pemilihan baju untuk anak memang kadang susah susah gampang, disini akan di bahas Tips Memilih Baju Surjan yang Cocok untuk Anak yang perlu diperhatikan antara lain :

pertama, bahan dipilih dengan pemilihan bahan baju surjan dengan bahan katun, agar anak bisa nyaman dalam pemakaiannya, terutama pada kulit anak masih sensitif, jadi untuk menambah kenyamanan ketika di pakaikan anak pilih baju surjan dengan bahan katun.

kedua, pemilihan ukuran sesuaikan dengan badan anak, jangan kebesaran maupun kekecilan, karena anak akan tidak betah ketika baju yang dikenakan tidak pas di badannya, yang nantinya malah akan mengganggu penampilannya.

ketiga, pemilihan coraknya pilih dengan corak yang garis dengan warna yang cerah, maka tanyakan kepada anak untuk pemilihan corak dan warna nya agar anak tertarik dan mau di pakaikan baju surjan.

Tips Memilih Baju Surjan yang Cocok untuk Anak

nah, itu tadi Tips Memilih Baju Surjan yang Cocok untuk Anak dari www.anisashop.com semoga bermanfaat, karena selain berkualitas. www.anisashop.com merupakan pusat jual Baju Surjan yang Cocok untuk Anak di klaten.

Supplier Baju Tradisional Surjan Anak

Supplier Baju Tradisional Surjan Anak

Tradisi atau kebiasaan adalah sesuatu yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, untuk mengenalkan tradisi pada anak-anak dibangku sekolah biasanya di adakannya pentas seni akhir tahun, di akhir tahun seperti bulan ini merupakan kebanyakan waktu untuk pementasan .

salah satu pengenalan tradisi bisa melalui pakaian adat yang digunakan dalam pentas, seperti baju surjanpun dipilih dalam pementasan, karena baju surjan merupakan baju tradisional yang menggunakan bahan katun yang nyaman dan corak yang menarik untuk digunakan anak-anak.

set kebaya anak

Supplier Baju Tradisional Surjan Anak

maka dari itu dalam pemilihan baju tradisional surjan untuk anak haruslah dengan bahan, warna dan corak yang sama agar ketika pentas menjadi kompak, Nah kini hadir Supplier Baju Tradisional Surjan Anak dari www.anisashop.com yang berbahan nyaman www.anisashop.com merupakan Supplier Baju Tradisional Surjan Anak di klaten.

Mengapa Bule Juga Suka Kain Tenun Tradisional Indonesia?

Mengapa Bule Juga Suka Kain Tenun Tradisional Indonesia?

Indonesia merupakan asal terciptanya kain tenun, dengan beraneka ragam motif kain tenun menurut asal daerah di Indonesia, menjadi bertambahnya ragam budaya dari segi kain tradisional. Bahan-bahan kain tenunpun dari setiap daerah juga beragam, karena bahan kain tenun dari serat alami yang masih mudah diperoleh di Indonesia yang beriklim tropis ini yang menjadi sebab masyarakat dalam menghasilkan kain tenun.

Ada berbagai jenis ragam hias tenunan yang diciptakan selain tenun ikat seperti songket, sulam, aplikasi manik-manik, jumputan, hingga batik. Meskipun demikian, diantara teknik penciptaan ragam hias lainnya, teknik tenun ikat adalah yang paling menonjol karena pembuatannya yang relatif lebih rumit dan lama dibandingkan teknik lain.

IMG-20171006-WA0017

Mengapa Bule Juga Suka Kain Tenun Tradisional Indonesia?

Hal inilah yang menjadi daya tarik Mengapa Bule Juga Suka Kain Tenun Tradisional Indonesia ? ini karena dilihat dari proses pembuatannya yang menggunakan bahan dari alam dan proses yang begitu rumit inilah, yang akhirnya bisa menghasilkan beragam kain tenun tradisional dari berbagai daerah Indonesia.

nah, tidak usah jauh-jauh mendatangi pembuatan kain tenun tradisional didaerah-daerah di Indonesia, dari www.anisashop.com kini hadir kain tenun tradisional Indonesia dengan bahan yang berkualitas hanya di www.anisashop.com pusatnya kain tenun tradisional di Klaten !

Asal Usul Surjan Sunan Kalijaga

Asal Usul Surjan Sunan Kalijaga

Pakaian adat pria ini merupakan pakaian adat model Yogyakarta walaupun konon katannya Surjan merupakan pakaian khas dari kerajaan Mataram sebelum terpecah menjadi dua, Surakarta dan Yogyakarta. Surjan awalnya diciptakan oleh Sunan Kalijaga yang diinspirasi oleh model pakaian pada waktu itu dan selanjutnya digunakan oleh kerajaan Mataram. Dengan pecahnya Mataram menjadi dua, maka asset kerajaan pun dibagi dua dan  kebetulan model seragam kerajaan Mataram jatuh ke kraton Yogyakarta.

Model kain surjan  sendiri terdapat dua jenis yaitu surjan lurik dan surjan Ontrokusuma, dikatakan Surjan lurik karena bermotif garis-garis, sedangkan Surjan Ontrokusuma karena bermotif bunga (kusuma). Dahulu dalam pemakaian motif kain surjan dibedakan menurut pangkat dan derajat, seperti motif lurik semakin besar luriknya digunakan oleh orang yang berpangkat tinggi, begitupun sebaliknya untuk motik kecil untuk rakyat biasa, itulah asal mula kain surjan sunan kalijaga.

surjan

Asal Usul Surjan Sunan Kalijaga

Seiring bergulirnya waktu maka pemakaian surjapun bisa digunakan oleh semua kalangan maupun untuk acara- acara tertentu. itu tadi asal usul surjan sunan kalijaga dari www.anisashop.com semoga bisa menambah pengetahuan kita, surjan dengan bahan berkualitan dan motif yang menarik kini bisa di dapatkan di www.anisashop.com merupakan pusatnya surjan di klaten.

Apa Beda Blangkon Jawa dan Blangkon Jogja

Apa Beda Blangkon Jawa dan Blangkon Jogja

Blangkon identik dengan busana tradisional masyarakat jawa, khususnya Jawa Tengah dan Yogyakarta. Dalam perkembangannya, blangkon tidak hanya berfungsi sebagai penutup kepala saja, namun juga simbol status bagi masyarakat pemakainya. Blangkon di setiap daerah mempunyai ciri khas masing masing. Seperti blangkon gaya Yogyakarta, mempunyai tekstur dan motif yang berbeda dari daerah lain, misal jawa tengah, jawa barat, solo dan lainnya. Kali ini KRjogja.com akan membahas perbedaan filosofi blangkon dari dua wilayah yaitu Yogyakarta dan Solo. Seperti diketahui blangkon dari kedua daerah ini memiliki ciri fisik yang berbeda.

1. Blangkon Yogyakarta

Blangkon gaya Yogyakarta mempunyai mondolan pada bagian belakang blangkon. Hal ini dirunut sejarah pada waktu itu laki-laki Yogya memelihara rambut panjang kemudian diikat keatas, kemudian ikatan rambut disebut gelungan kemudian dibungkus dan diikat, lalu berkembang menjadi blangkon. Mondolan dibelakang juga dikaitkan dengan filosofi masyarakat jawa yang pandai menyimpan rahasia, tidak suka membuka aib orang lain atau diri sendiri karena ia akan serapat mungkin dan dalam bertutur kata dan bertingkah laku penuh dengan kiasan dan bahasa halus, sehingga menjadikan mereka selalu berhati-hati tetapi bukan berarti berbasa-basi, akan tetapi sebagai bukti keluhuran budi pekerti orang jawa. Dapat juga diartikan masyarakat Yogya pandai menyimpan rahasia dan menutupi aib, akan berusaha tersenyum dan tertawa walaupun hatinya menangis. Dalam pikirannya hanyalah bagaimana bisa berbuat yang terbaik demi sesama walaupun mengorbankan dirinya sendiri.

2. Blangkon Solo

Masyarakat Solo waktu itu lebih dulu mengenal cukur rambut karena pengaruh belanda, dan karena pengaruh belanda tersebut mereka mengenal jas yang bernama beskap yang berasal dari beschaafd yang berarti civilized atau berkebudayaan. Tidak adanya tonjolan pada blangkon hanya diikatkan jadi satu dengat mengikatkan dua pucuk helai di kanan dan kirinya mengartikan bahwa untuk menyatukan satu tujuan dalam pemikiran yang lurus adalah dua kalimat syahadat yang harus melekat erat dalam pikiran orang jawa.

IMG_20170206_053741_585

Apa Beda Blangkon Jawa dan Blangkon Jogja

Blangkon adalah tutup kepala yang terbuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional Jawa. Setiap daerah mempunyai jenis blangkon yang berbeda. Blangkon Yogya dan Blangkon Surakarta/Solo mempunyai perbedaan pada bagian belakangnya. Meski memiliki perbedaan dalam hal bentuk, fungsi blangkon sebagai ciri khas warisan Jawa tetap akan terus terjaga. Blangkon saat ini dipakai dalam acara tertentu atas saat acara pentas. Tidak ada peraturan khusus dalam memakai blangkon. www.anisashop.com memberi kemudahan kepada Anda untuk mencari tahu apa beda blangkon Jawa dan Blangkon Jogja. Karena www.anisashop.com berusaha melestarikan warisan budaya Jawa dengan tetap memasarkan segala kreasinya lewat dunia maya.

Asal Usul Surjan

Asal Usul Surjan

Surjan adalah busana atas resmi adat Jaw untuk pria. Penggunaan surjan terbatas untuk wilayah Yogyakarta. Bahan dasar surjan terutama adalah lurik, meskipun dapat pula bahan bermotif kembang-kembang.  Pakaian (Jw:pengageman) Jawa yang melekat di badan adalah simbol identitas budaya yang dalam sekali maknanya, disamping simbol lain yakni bahasa, rumah tinggal, makanan ataupun seni musik dalam kelengkapan upacara tradisi. Tanpa disadari, pakaian yang banyak dikenakan itu telah terbaratkan dan menjauhkan orang Jawa dari jati diri mereka. Pengageman Jawa sebagai penutup badan dicipta SUNAN KALIJAGA berdasar QS Al-A’raf 26: ’’Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa (dimaksud agar selalu bertakwa kepada Allah SWT) itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” Oleh Sunan Kalijaga pengertian ayat diatas dijadikan model pakaian rohani (takwa) agar si pemakai selalu ingat kepada Allah SWT, kemudian oleh raja-raja Mataram pakaian takwa ini dipakai hingga sekarang ini. Setelah perjanjian Giyanti tahun 1755, Sultan HB I menanyakan perihal pakaian yang perlu diatur kepada Susuhunan Paku Buwana III. Pangeran Mangkubumi mengatakan bahwa Ngayogyakarta sudah siap dengan rencana mewujudkan model ’pakaian takwa’, sedang PB III mengatakan belum siap. Lalu Mangkubumi memperlihatkan rencana pakaian tersebut dan mengatakan jika dikehendaki dipersilahkan dipergunakan oleh Surakarta Hadiningrat. PB III setuju sambil menanyakan bagaimana dengan pakaian Ngayogyakarta, yang dijawab bahwa untuk Ngayogyakarta akan melanjutkan saja pengageman takwa dari Mataram yang suda ada. Pakaian takwa sering disebut SURJAN (sirajan) yang berarti Pepadhang atau Pelita. Di dalam ajarannya HB I bercita-cita agar pimpinan Negara dan Penggawa Kerajaan memiliki Jiwa dan Watak SATRIYA, di mana tidak akan lepas dari sifat-sifat: Nyawiji, bertekad golong-gilig baik berhubungan dengan Allah SWT maupun peraturan dengan sesama. Sifat Greget (tegas bersemangat), Sengguh (percaya diri penuh jati /harga diri) dan sifat Ora Mingkuh, tidak melepas tanggung jawab dan lari dari kewajiban. Maka figur satriya Ngayogyakarta ideal yakni seseorang yang dilengkapi pengageman Takwa seperti Nyawiji Greget Sengguh Ora Mingkuh.Bentuk pakaian Takwa adalah; Lengan panjang, ujung baju runcing, leher dengan kancing 3 pasang (berjumlah 6, lambang rukun Iman), dua kancing di dada kanan kiri berarti dua kalimat syahadat, tiga buah kancing tertutup melambangkan 3 nafsu manusia yang harus diatasi, yakni nafsu bahimiah (binatang), lauwamah (perut) dan nafsu setan. Pakaian Takwa ini di dalam Kraton hanya dipakai oleh Sri Sultan dan Pangeran Putra Dalem. Sedang pakaian takwa untuk putri (Pengageman Janggan) dikenakan untuk Para Abdi Dalem Putri dan Keparak Para Gusti dengan warna kain hitam.

surjan

Asal Usul Surjan

Surjan adalah nama model khas Jawa, yang pola rancangannya diambil dari pola sikap tangan orang yang siaga menghadapi serangan lawan, yaitu tangan bersilang di depan dada. Garis silang kedua lengan yang bertumpu itu diambil sebagai garis tepi kain belahan dada pakaian, dengan ujung atas lengan yaitu titik ujung jari tengah menjadi dua titik tempat kancing baju; dan bentuk ujung siku tangan bersilang itu sebagai ujung juntai pakaian. Hanya ada dua kancing (benik) pengikat di bagian depan atas yang runcing menjuntai diperpanjang ke bawah, hingga batas bagian depan selangkang kedua kaki. Pola pakaian adat itu melambangkan perisai pelindung dada hingga alat vital (kemaluan) sebagai etika dan estetika susila. Sedang bagian belakang pakaian hingga sebatas di atas pantat. Kata surjan merupakan bentuk tembung garba (gabungan dua kata atau lebih, diringkas menjadi dua suku kata saja) yaitu dari kata suraksa-janma (menjadi manusia). Jenis dan motif kain yang digunakan untuk membuat surjan tersebut bukan kain polos ataupun kain lurik buatan dalam negeri, tetapi kain sutera bermotif hiasan berbagai macam bunga, yang dalam bahwa Jawa disebut ontrokusuma. Surjan ontrokusuma hanya khusus sebagai pakaian para bangsawan Mataram, sedangkan pakaian seragam bagi aparat kerajaan hingga prajurit, surjan seragamnya menggunakan bahan kain lurik dalam negeri, dengan motif lurik (garis-garis lurus). Untuk membedakan jenjang jabatan/kedudukan pemakainya, ditandai atau dibedakan dari besar-kecilnya motif lurik, warna dasar kain lurik dan warna-warni luriknya. Semakin besar luriknya berarti semakin tinggi jabatannya; atau semakin kecil luriknya berarti semakin rendah jabatannya. Demikian pula warna dasar kain dan warna-warni luriknya akan menunjukkan pangkat (derajat/martabat) sesuai gelar kebangsawanannya. Artikel ini dipersembahkan untuk semua orang Jawa yang tetap dan ingin melestarikan busana Jawa seperti yang dilakukan oleh www.anisashop.com. Dengan misi tetap mewarisi kebudayaan negeri, www.anisashop.com mengajak pembaca mengenal busana Jawi secara terperinci.

Jual Surjan Koko

Jual Surjan Koko

Surjan adalah busana atas resmi adat Jawa untuk pria. Surjan terbatas pemakaiannya hanya di Yogyakarta. Surjan yang umum dibuat dari kain lurik meski mengikuti perkembangan jaman, surjan juga dibuat dari kain dengan corak bunga-bunga. Surjan adalah pakaian khas lakiki keraton Yogyakarta. Meski surjan dipakai untuk acara-acara tertentu di keraton tapi secara garis besar surjan bisa diagem oleh siapa saja. Surjan adalah busana resmi pria Jawa.

Surjan dibuat dari kain lurik yang menyiratkan kesederhanaan. Meskipun begitu surjan dipakai untuk memperingati acara-acara resmi keraton atau pemerintahan. Itu sebagai bukti bahwa surjan menjadi ciri khas dari adat keraton dalam memaknai dan menghargai warisan budaya.

surjan

Jual Surjan Koko

Jika surjan hanya dipakai pada acara-acara resmi di keraton Yogyakarta, maka dengan perkembangan jaman maka para perancang berlomba membuat busana atas resmi adat Jawa untuk pria untuk bisa dipakai di mana saja. Surjan koko adalah perpaduan antara busana resmi adat Jawa keraton dengan baju busana muslim pria. Dengan sentuhan corak kain asli dari Jawa. Seorang pria akan terlihat kalem bin tampan.

Di www.anisashop.com menyediakan berbagai jenis surjan koko dengan pilihan serta ukuran yang anda inginkan. Jual surjan koko yang berkualitas dan harga pas ya cuma ada di www.anisashop.com. Mari berbelanja online di www.anisashop.com menjadi tempat jual surjan koko pilihan anda.

Pengrajin Baju Surjan Jogja

Pengrajin Baju Surjan Jogja

Surjan adalah nama model busana khas Jawa, yang pola rancangannya diambil dari pola sikap tangan orang yang siaga menghadapi serangan lawan, yaitu tangan bersilang di depan dada. Garis silang kedua lengan yang bertumpu itu diambil sebagai garis tepi kain belahan dada pakaian, dengan ujung atas lengan yaitu titik ujung jari tengah menjadi dua titik tempat kancing baju; dan bentuk ujung siku tangan bersilang itu sebagai ujung juntai pakaian. Hanya ada dua kancing (benik) pengikat di bagian depan atas yang runcing menjuntai diperpanjang ke bawah, hingga batas bagian depan selangkang kedua kaki. Pola pakaian adat itu melambangkan perisai pelindung dada hingga alat vital (kemaluan) sebagai etika dan estetika susila. Sedang bagian belakang pakaian hingga sebatas di atas pantat. Kata surjan merupakan bentuk tembung garba (gabungan dua kata atau lebih, diringkas menjadi dua suku kata saja) yaitu dari kata suraksa-janma (menjadi manusia).

surjan

Pengrajin Baju Surjan Jogja

saat ini banyak produsen yang memproduksi baju surjan jogja.Baju surjan dibuat dengan berbagai motif dan ukuran. baju surjan pun tidak hanyak untuk  orang dewasa, anak-anakpun juga ada. Bagi anda yang membutuhkan sedang membutuhkan baju surjan bisa buka website www.anisashop.com adalah pengrajin Baju Surjan Jogja yang berkualitas. baju surjan dengan bahan berkualiats dan harga terjangkau bisa anda dapatkan di www.anisashop.com. Pengrasin Baju Surja Jogja ya hanya di www.anisashop.com yuk, buruan order

Dikembangkan oleh LKP KEMBAR