Proses Pewarnaan Benang Tenun Lurik

Jual Kain Lurik,Tas Lurik,Dompet Lurik

Kain Lurik dibuat dengan proses menenun menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Benang-benang ditenun dengan membutuhkan ketelitian sehingga akan menghasilkan kain lurik terbaik. Dulu kain lurik hanya terdapat 2motif warna yaitu hitam dan putih saja. Namun seiring dengan perkembangan di era modern ini, kain lurik sudah mempunyai banyak variasi warna. Salah satu proses yang sangat berpengaruh dalam pembuatan kain lurik merupakan proses pewarnaan benang tenun lurik.

Proses pewarnaan benang merupakan proses pertama dalam pembuatan kain lurik. Pada proses ini benang dilakukan pewarnaan terlebih dahulu sebelum nantinya ditenun. Sebelum dilakukan pewarnaan, benang-benang akan disusun menjadi stok. Dalam masing-masing stok terdiri 2 ikat benang. Biasanya pewarnaan benang menggunakan napthol sebagai zat pewarna.

Proses Pewarnaan Benang Tenun Lurik

Benang yang sudah disusun tersebut direndam semalaman dengan larutan air dan TRO terlebih dahulu kemudian paginya dicuci dan diperas. Setelah itu, benang dimasukan pada larutan zat pewarna napthol dan TRO sekitar 10 menit dan diangkat lalu diperas. Setelahnya dimasukan ke larutan air dan garam diazoo dan biarkan 10 menit lalu diangkat dna diperas. Proses dicelupkan ke larutan napthol dan garam diazoo ini dilakukan hingga 4 kali.

Setelah itu, benang dimasukkan ke larutan air cuka dan cuci bersih. Benang selanjutnya direbus dalam larutan air dan TRO sekitar 10menit. Lantas kembali di air yang berisi larutan kanji dan dijemur serta diangin-anginkan. Proses pewarnaan ini membutuhkan kesabaran untuk mendapatkan warna benang yang maksimal.

Berikut merupakan proses pewarnaan benang tenun lurik. Yuk kunjungi www.anisashop.com untuk mendapatkan tips lainnya mengenai kain lurik khas Klaten. Anda juga dapat berbelanja kain lurik khas klaten secara online di www.anisashop.com .

Pusat Grosir Kain Batik, Kain Lurik, Baju Lurik

Dikembangkan oleh LKP KEMBAR