Category Archives: Tips Belanja

Ini Nih yang Bikin Lurik Klaten Beda dibanding yang Lain!

Ini Nih yang Bikin Lurik Klaten Beda dibanding yang Lain!

Salah satu jenis kain tenun yang masuk dalam daftar koleksi kain khas tradisional nusantara adalah tenun lurik. Tenun lurik berbeda dengan tenun ikat. Perbedaannya adalah dari jenis bahan. Sementara pembuatannya sama-sama dipintal. Berbeda dengan Lurik khas daerah lain, lurik Jawa merupakan kain dengan motif yang sama dengan namanya, lurik yang artinya garis-garis. Tenun lurik Jawa memiliki motif garis kecil-kecil.

Lurik Jawa

Lurik Klaten dibuat oleh ATBM (alat tenun bukan mesin) maupun mesin tenun. Perbedaan diantaranya dapat diketahui dengan melihat hasil dari kain lurik yang menunjukkan jarak antar benangnya beraturan atau tidak. Salah satu contoh yaitu Kain Lurik Pedan dibuat dari benang katun pilihan yang ditenun secara cermat dan teliti oleh para pengerajin di desa Pedan, Klaten dengan menggunakan alat tenun tradisional. Proses pewarnaan dimulai dari benang, sehingga warna kain depan dan belakang adalah sama. Corak tenun membentuk garis vertikal memanjang dengan kombinasi warna yang sangat variatif.

Tidak hanya berupa garis, motif kain lurik ada juga yang berupa kotak-kotak yang merupakan perpaduan dua garis vertikal dan horisontal yang pada kain tenun yang bercorak garis atau kotak saja, akan tetapi termasuk pula kain polos dengan berbagai warna, seperti merah dan hijau atau dikenal dengan nama lurik polosan. Sifat lurik tergantung pada bahannya yang berasal dari katun, berbentuk gambar garis, tetapi kadang dibikin kotak-kotak, ataupun polos. Meskipun polos, namanya tetap lurik.

Berdasarkan fungsi dan kegunaan, lurik Jawa dahulu digunakan oleh masyarakat kelas bawah untuk pakaian sehari-hari. Bagi wanita, kain lurik digunakan untuk kain (bawahan) sedangkan pria untuk atasan. Adat jawa yang kental dengan filosofi, turut berperan dalam pembuatan motif lurik. Konon katanya motif lurik Jawa ditentukan oleh para tetua, kemudian mereka membuat, dan diwariskan kepada generasi selanjutanya. Oleh sebab itu, meski pada dasarnya lurik Jawa bermotif garis-garis tetapi setiap pola garis dari kain lurik kadang berbeda.

Ini Nih yang Bikin Lurik Klaten Beda dibanding yang Lain!

Nah, Ini Nih yang Bikin Lurik Klaten Beda dibanding yang Lain dari www.anisashop.com. Jadi, apakah teman-teman tertarik untuk memiliki kain khas tradisional nusantara yang satu ini?

 

Habis Bermain Air di OMAC, Lalu ingin Beli Oleh-Oleh Lurik Klaten?

Habis Bermain Air di OMAC, Lalu ingin Beli Oleh-Oleh Lurik Klaten?

Obyek Mata Air Cokro ( OMAC ) merupakan salah satu obyek wisata favorit di Klaten. Kawasan wisata air ini selalu ramai karena lokasinya sejuk, bermata air jernih dan pemandangan alur sungai yang indah.Kesejukan Obyek Wisata OMAC banyak dipengaruhi pepohonan besar yang dilestarikan oleh pengelola sumber mata air. Selain tempatnya yang nyaman karena dikelilingi puluhan pohon raksasa yang menjulang tinggi, mata airnya terus mengalir memenuhi tempat permandian. Benar-benar jernih dan menyegarkan.

Setelah puas berenang, saatnya melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi beberapa destinasi wisata yang ada di Kabupaten Klaten. Tak lupa, buah tangan untuk keluarga, kerabat maupun sanak saudara perlu dipikirkan. Klaten berada cukup strategis di antara kota Yogyakarta dan Solo yang mana terkenal dengan bakpia dan serabinya. Rasanya jika membawa oleh-oleh makanan sudah biasa dan akan cepat ludes. Tak ada salahnya mencoba berkunjung ke destinasi wisata Klaten yang tak boleh dilewatkan dan sudah menjadi ciri khas kabupaten Klaten yaitu kain Lurik.

Kabupaten Klaten merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang terkenal dengan industri kecilnya. Berbagai macam industri kecil terdapat di Kabupaten Klaten mulai dari jenis konveksi, makanan olahan, hingga kerajinan. Salah satunya yang paling banyak adalah industri kecil berupa industri tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) Lurik di Kabupaten Klaten. Industri tersebut menjadi industri unggulan dan utama di Kabupaten Klaten. Maka tak heran, bila melewati Kota Klaten akan terdapat patung berupa orang yang sedang menenun lurik dengan ATBM.

Jumlah pengrajin tenun lurik di Klaten menurut data BPS tahun 2012 sekitar 1200 pengrajin yang menyebar hingga berbagai wilayah. Keberadaan lurik tersebar di beberapa kecamatan antara lain Pedan, Cawas, Bayat, Delanggu, Juwiring dan Karangdawa. Dari beberapa wilayah tersebut, keberadaan lurik yang sangat berkembang berada di Kecamatan Cawas khusunya di Desa Tlingsing. Oleh karena itu, desa Tlingsing telah ditetapkan pemerintah Kabupaten Klaten sejak tahun 2011 melalui Surat Keputusan Bupati telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Tenun ATBM Lurik di Kabupaten Klaten.

Habis Bermain Air di OMAC, Lalu ingin Beli Oleh-Oleh Lurik Klaten?

Itulah, Habis Bermain Air di OMAC, Lalu ingin Beli Oleh-Oleh Lurik Klaten?dari www.anisashop.com. Jadi, jika berkunjung ke Klaten jangan lupa untuk beli oleh-oleh Lurik khas Klaten.

Habis Berenang di Umbul Ponggok, Pengen Belanja Lurik Khas Klaten?

Habis Berenang di Umbul Ponggok, Pengen Belanja Lurik Khas Klaten?

Siapa yang tidak tahu dengan tempat pemandian yang unik nan berbeda satu ini? Yap, umbul ponggok yang terkenal dengan sensasi berenang bersama ikan air tawar yang berwarna-warni.

Tidak hanya itu saja, biasanya Umbul Ponggok Klaten ini juga sering dijadikan sebagai tempat latihan diving. Bagi yang tidak berminat dengan kegiatan diving, kalian bisa menikmati snorkeling atau berenang lucu disini.Setelah puas berenang bersama air tawar, saatnya melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi beberapa destinasi wisata yang ada di Kabupaten Klaten.

Bagi wisatawan yang suka shopping dan menyukai fashion tak boleh ketinggalan untuk mengenal salah satu kain ciri khas Klaten yang satu ini. Batik memang sudah mendongkrak ranah internasional, tapi kali ini akan mengenal kain yang sudah menjadi sejarah panjang bagi warga Klaten. Klaten memiliki ciri khas Budaya yang sangat melekat, salah satunya adalah tenun lurik yang dibuat dengan alat tradisional atau yang sering disebut dengan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Industri tersebut menjadi industri unggulan dan utama di Kabupaten Klaten. Maka tak heran, bila anda melewati Kota Klaten akan terdapat patung berupa orang yang sedang menenun lurik dengan ATBM. Dan bisa dibilang jika KLATEN adalah IBUKOTA TENUN LURIK.

kain lurikasli tenun

Habis Berenang di Umbul Ponggok, Pengen Belanja Lurik Khas Klaten?

Nah, Habis Berenang di Umbul Ponggok, Pengen Belanja Lurik Khas Klaten?dari www.anisashop.com. Sebagai generasi muda kita harus bisa membawa ciri khas budaya dimana pun berada.

TEMPAT WISATA BELANJA LURIK DI KLATEN

TEMPAT WISATA BELANJA LURIK DI KLATEN

Sekarang ini, Klaten merupakan daerah yang paling perhatian terhadap keberlangsungan hidup tenun lurik. Tak salah jika ada yang menyebut bahwa Kabupaten Klaten itu merupakan ibukota tenun lurik. Pasalnya, tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) lurik menjadi andalan kota ini. Ada banyak sekali desa yang menjadi sentra pengrajin lurik. Bahkan jika kita memasuki atau melewati kota Klaten, maka di pintu masuknya kita akan menemui monumen berupa patung seseorang yang sedang menenun dengan ATBM. Monumen yang dibangun pada tahun 2012 ini, berdiri di Jalan Raya Yogyakarta-Solo, atau tepatnya di perempatan Tegalyoso, Klaten.

Dulu, ketika kain tenun lurik masih berada di jaman keemasannya, hampir semua penduduk di Klaten melakukan pekerjaan menenun. Jumlahnya ribuan. Keberadaan sentra tenun lurik menyebar di beberapa kecamatan antara lain, Pedan, Cawas, Bayat, Juwiring, Karangdawa dan Delanggu yang terkenal dengan beras rojolele-nya. Namun seiring persaingan bisnis kain yang makin ketat, dimana pasar lebih memilih harga murah, maka keberadaan sentra tenun lurik semakin berkurang. Dan dari sedikit yang masih bertahan itu diantaranya adalah Desa Wisata Tenun Tlingsing dan Lurik Prasojo di Pedan.

Sentra Tenun Lurik Tlingsing

Desa wisata penghasil kain lurik ini tepatnya berada di Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Mayoritas penduduk Desa Tlingsing ini berprofesi sebagai petani dan pengrajin lurik. Diantara desa-desa yang memproduksi lurik, Desa Tlingsing inilah yang jumlah pengrajinnya paling banyak. Kurang lebih ada 225 pengrajin lurik di Desa Tlingsing ini. Pada tahun 2010, Desa Tlingsing ini ditetapkan sebagai desa wisata kerajinan.

Memasuki area perumahan warga di desa ini, akan disambut dengan suara dag-dog-dag-dog yang berasal dari alat tenun ATBM. Suara itu terdengar sayup-sayup namun seolah bersahut-sahutan. Rupanya, jam-jam saat matahari tengah semangat-semangatnya mengeluarkan sengatnya merupakan jadwal menenun bagi warga desa ini. Di Desa Tlingsing inilah paling banyak jumlah penenunnya di banding desa lain di Klaten.

Showroom Lurik Prasodjo

Pedan, kecamatan di Kabupaten Klaten dikenal sebagai pusat kerajinan tenun lurik. Di daerah ini lurik memiliki sejarah yang sangat panjang, serta cerita pasang surut yang mengiringinya. Ada sentra tenun lurik yang masih bisa bertahan, namun banyak pula yang tumbang. Salah satu yang masih bertahan yaitu Sentra Tenun Prasodjo yang didirikan Sumo Hartono sejak tahun 1950. Nama itu kemudian disingkat menjadi SH dan dijadikan logo merek. Lurik Prasodjo terletak di Kampung Pencil, Kelurahan Bendo, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten.

Berbeda dengan sentra tenun lurik Tlingsing yang masih menggunakan ATBM, maka di Lurik Prasojo ini sudah menggunakan Alat Tenun Mesin (ATM). Ini dilakukan mengingat perkembangan teknologi sudah sedemikian pesat. Dan setelah menggunakan mesin tenun, maka produksi tenunnya juga semakin variasi. Tak melulu hanya warna dan motif yang klasik saja.

tenun gerimis tumpal sby

TEMPAT WISATA BELANJA LURIK DI KLATEN

Itulah destinasi wisata jika ingin berbelanja lurik di Klaten dari www.anisashop.com. Ayo lestarikan seni & budaya Indonesia, cintai negerimu dengan mengenal lebih dalam seni budaya Indonesia.

 

LURIK LAHIR DI KOTA KLATEN

LURIK LAHIR DI KOTA KLATEN

Selain kain batik, salah satu yang menjadi kebanggaan Indonesia adalah kain lurik.Usia tenun lurik di Indonesia, hampir setua sejarah berdirinya bangsa ini. Dari sejak jaman Majapahit, tenun lurik sudah dikenal masyarakat. Lurik juga muncul pada relief Candi Borobudur. Dimana pada reliefnya tergambar seseorang yang sedang menenun dengan alat tenun gendong.

Lurik merupakan nama kain, kata lurik sendiri berasal dari bahasa Jawa, lorek yang berarti garis-garis, yang merupakan lambang kesederhanaan. Pada dasarnya kain lurik hanya mempunyai satu motif saja yaitu garis. Motif dengan corak searah panjang disebut sebagai lajuran, motif yang searah dengan lebar kain disebut dengan pakan malang, sedangkan corak kotak-kotak kecil disebut dengan cacahan.

Pada awalnya tahun 1938, seorang pengusaha asal Pedan bernama Suhardi Hadisumarto berkesempatan mendulang ilmu menenun di sekolah Textiel Inrichting Bandoeng (TIB). Sepulang dari TIB, Suhardi mengajak keluarganya untuk membangun rumah usaha tenun lurik di Pedan.Bisnis tenun yang dirintisnya menjadi perusahaan yang terkenal dengan omzet yang luar biasa. Namun nahasnya, pada 1948 terjadi agresi militer oleh Belanda yang menyebabkan bisnis tenun Pedan ikut terkena dampaknya. Bung Karno dan Bung Hatta pun sempat ditangkap Belanda. Itulah jiwa Sang Kolonial, yang ternyata membuat Suhardi  harus menutup bisnis tenunnya dan hidup jauh di pengungsian.

Sementara itu, saat terjadi pengungsian besar-besaran pada 1950, masyarakat yang tergabung dalam Badan Keamanan Rakyat (BKR) melakukan perlawanan terhadap Belanda lewat gencatan senjata. Bukti yang tersisa adalah pabrik gula di Pedan milik Sunan Ground Solo yang ikut terbakar. BKR berhasil melucuti senjata dan mengusir tentara Belanda dari Pedan.

Bisa jadi, Suhardi nelangsa merindukan aktivitas menenunnya. Selama dalam pengungsian, Suhardi menyempatkan diri berbagi pengalaman dan mengajarkan pembuatan tenun lurik untuk masyarakat pengungsi. Barak pengungsian disulapnya menjadi sekolah menenun yang sederhana. Semangat mereka bangkit, termasuk Rahmad yang ikut belajar. Sepulangnya dari pengungsian, mereka kembali menekuni ilmu yang telah diajarkan Suhardi dengan membuka lapak-lapak tenun lurik di teras-teras rumah.

Bisnis lurik semakin laris dan dilirik banyak daerah. Dalam misi menyejahterakan masyarakat Pedan, pada 1952 didirikanlah koperasi primer Pengusaha Perusahaan Tenun (PPT). Orde lama pernah bersabda, ‘berdikari berpijak di kaki sendiri, tidak bergantung dari luar’. Benteng-benteng koperasi pun mulai berdiri. Seperti G.K.B.J (Gabungan Koperasi Batik Indonesia), Koperasi Tekstil Seluruh Indonesia (Kopteksi), yang berlandaskan koperasi kerakyatan.

Keberadaan koperasi ini sangat mendukung dalam usaha industri tenun lurik di Pedan. Keperluan seperti bahan dasar tenun yang berupa benang dan pewarna dikoordinir oleh koperasi sehingga pengadaan bahan tenun tidak sembarang tempat dan harga pasar tidak dipermainkan tengkulak. Itulah sebabnya, Bapak Koperasi disematkan atas kebaikan Bung Hatta yang menaruh rasa peduli pada rakyat kecil melalui pendirian koperasi di Indonesia.

Lebih dari 500 pengusaha dan 60.000 orang menggantungkan hidupnya dari menenun lurik. Pedan semakin berjaya dan bisnis lurik semakin menguntungkan.

LURIK LAHIR DI KOTA KLATEN

Itulah cerita lahirnya lurik di kota Klaten dari www.anisashop.com yang awalnya seorang pengusaha asal Pedan bernama Suhardi Hadisumarto berkesempatan mendulang ilmu menenun di sekolah Textiel Inrichting Bandoeng (TIB) dan sekarang kain lurik menjadi suatu kain ciri khas kota Klaten.

Keunggulan Lurik ATBM

Keunggulan Lurik ATBM

Klaten juga memiliki ciri khas Budaya yang melekat di kota ini, salah satunya adalah tenun lurik yang dibuat dengan alat tradisional atau yang sering disebut dengan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Berikut kita dapat mengetahui keunggulan dan kelemahan kain Lurik ATBM.

KEUNGGULAN LURIK ATBM

  1. Daya tahan lebih baik

Salah satu inti yang membuat sebuah kain disebut sebagai kain lurik adalah penggunaan benang katun, sehingga menghasilkan tekstur yang khas pada kain ini. Penggunaan benang katun akan membuat kain lurik mempunyai tingkat kenyamanan dan daya serap yang baik.

  1. Mempunyai nilai estetikayang tinggi

Lurik tradisional memiliki keunikan dibandingkan dengan lurik mesin, tekstur atau jarak antar benangnya yang khas membuatnya berbeda dari hasil tenun mesin yang lebih rata dan monoton. Meskipun tidak pakai mesin hasilnya pun sangat indah dan memiliki nilai seni yang tinggi.

  1. Kualitas yang tinggi

Hasil tenunan kain lurik ATBM tidak serapat kain buatan mesin, akan tetapi kain ini memiliki warna kain bolak balik yang sama. Disebabkan karena proses pewarnaan lurik dimulai dari benang dan menggunakan bahan alami.

 

KELEMAHAN LURIK ATBM

  1. Harga lebih mahal dan persediaan terbatas

Teksturnya yang khas membuatnya berbeda. Ini yang membuat lurik tradisional memiliki harga yang lebih mahal, karena memiliki ciri khas yang tidak akan pernah sama dari satu penenun dengan penenun lain. Persediaan terbatas dikarenakan proses produksinya membutuhkan waktu yang lama.

  1. Proses produksi yang cukup lama

Proses produksi kain lurik dimulai dari memintal, mewarnai benang, membuat motif, dan menenun. Kendala yang dihadapi adalah pada proses pengeringan benang ketika cuaca kurang baik. Karena hanya mengandalkan sinar matahari (untuk pengeringan), sehingga waktu pengerjaan bisa mencapai dua bulan.

  1. Mulai jarang, karena banyak digantikan oleh mesin

Meski memiliki penggemarnya tersendiri, pengrajin kain lurik tradisional menemukan banyak kesulitan yang harus dihadapi. Mulai dari proses produksi yang memang tentu saja memerlukan waktu yang lebih lama dibanding dengan lurik mesin. Ditambah lagi peminat yang mulai menurun disebabkan harganya yang lebih mahal dibanding dengan lurik mesin. Pada era sekarang ini, banyak yang lebih memilih lurik modern daripada lurik tradisional ATBM. Hal ini dikarenakan harga lurik modern jauh lebih terjangkau daripada lurik tradisional.

tenun lurik batik

Keunggulan Lurik ATBM

Nah itulah Keunggulan Lurik ATBM dari www.anisashop.comtertarik untuk memakai atau bahkan ingin mempelajari lebih dalam lagi seluk beluk tentang kain lurik ATBM ini? Sebagai generasi muda, kita wajib melestarikan kebudayaan Nusantara agar tak hilang ditelan zaman, ya!

ASAL USUL ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin)

ASAL USUL ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin)

Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) adalah semua bentuk peralatan yang dapat membuat kain tenun di gerakkan bukan olehtenaga mesin melainkan di gerakkan secara manual dengan tenaga manusia. ATBM di sebut juga alat tenun model TIB berasal dari kata “ Testile Inrichting Bandung “, karena lembaga inilah yang mula-mula menciptakan alat tenun ini di Indonesia sejak tahun 1912.

ATBM pertama kali masuk dan di pergunakan di Kabupaten Wajo pada tahun 1950an dimana pada awalnya hanya memproduksi kain sarung Samarinda. Sejak tahun 1980an mulai memproduksi sarung sutera dengan motif balo tettong hingga dalam perkembangan selanjutnya ATBM bukan saja memproduksi kain sutera tetapi lebih di kembangkan dengan memproduksi kain motif tekstur polos, selendang, perlengkapan bahan pakian, aksesoris rumah tangga, hotel, kantor dan sebagainya berdasarkan permintaan pasar dan konsumen.
ATBM yang di lengkapi dengan 3 jenis alat berdasarkan penggerak gun yang di gunakan dapat di memproduksi berbagai motif kain, yaitu :

  1. ATBM Roll/Kerek (roda gila) yang di lengkapi dua pedal dan satu Roll dapat menghasilkan kain dengan motif anyaman polos / plat dan turunannya.
  2. ATBM dobbi, menghasilkan kain dengan motif anyaman plat, keper, satin dan turunannya serta kain berlapis.
  3. ATBM jakart/Jacquard, menghasilkan kain dengan motif anyaman plat, keper, satin dan turunan serta jenis kain berlapis dengan variasi yang lebih komplit di bandingkan ATBM dobbi.

ASAL USUL ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin)

Begitulah asal usul Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dari www.anisashop.com yang diciptakan pada tahun 1912 dan mulai dipergunakan oleh Indonesia di Wajo pada tahun 1950an.

Tips Merawat Blangkon

Tips Merawat Blangkon

Cara merawat blangkon  :

  • Tempatkan blangkon pada tempatnya.
  • Simpan blangkon ditempat yang kering.
  • Masukkan ke dalam lemari atau plastik yang bersih.
  • Bersihkan blangkon dengan sikat halus sebelum dipakai dengan tujuan untuk menghilangkan debu atau kotoran yang menempel di blangkon.

Sebelum menyimpan blangkon kesayangan Anda bisa terlebih dahulu menyikat agar saat disimpan tidak meninggalkan kotoran yang tertempel di blangkon. Pertama-tama siapkan terlebih dahulu sikat halus dengan 2 ukuran serta air bersih. Sikat yang berukuran besar bisa digunakan untuk menyikat area yang luas dan tidak tertutup, sedangkan sikat yang kecil digunakan untuk meyikat area yang sulit dijangkau dan tersembunyi. Cara mencucinya sangat mudah dengan membasahi terlebih dahulu sikat kemudian menyikat secara perlahan dan searah.

blangkon lurik

Tips Merawat Blangkon

Sekian Tips Merawat Blangkon  dari www.anisashop.com yang bisa dilakukan di rumah untuk merawat blangkon kesayangan Anda. Blangkon akan tetap terlihat bersih dan tahan lama. Semoga bermanfaat.

Dikembangkan oleh LKP KEMBAR