Category Archives: Tips Belanja

Habis Berenang di Umbul Ponggok, Pengen Belanja Lurik Khas Klaten?

Habis Berenang di Umbul Ponggok, Pengen Belanja Lurik Khas Klaten?

Siapa yang tidak tahu dengan tempat pemandian yang unik nan berbeda satu ini? Yap, umbul ponggok yang terkenal dengan sensasi berenang bersama ikan air tawar yang berwarna-warni.

Tidak hanya itu saja, biasanya Umbul Ponggok Klaten ini juga sering dijadikan sebagai tempat latihan diving. Bagi yang tidak berminat dengan kegiatan diving, kalian bisa menikmati snorkeling atau berenang lucu disini.Setelah puas berenang bersama air tawar, saatnya melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi beberapa destinasi wisata yang ada di Kabupaten Klaten.

Bagi wisatawan yang suka shopping dan menyukai fashion tak boleh ketinggalan untuk mengenal salah satu kain ciri khas Klaten yang satu ini. Batik memang sudah mendongkrak ranah internasional, tapi kali ini akan mengenal kain yang sudah menjadi sejarah panjang bagi warga Klaten. Klaten memiliki ciri khas Budaya yang sangat melekat, salah satunya adalah tenun lurik yang dibuat dengan alat tradisional atau yang sering disebut dengan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Industri tersebut menjadi industri unggulan dan utama di Kabupaten Klaten. Maka tak heran, bila anda melewati Kota Klaten akan terdapat patung berupa orang yang sedang menenun lurik dengan ATBM. Dan bisa dibilang jika KLATEN adalah IBUKOTA TENUN LURIK.

kain lurikasli tenun

Habis Berenang di Umbul Ponggok, Pengen Belanja Lurik Khas Klaten?

Nah, Habis Berenang di Umbul Ponggok, Pengen Belanja Lurik Khas Klaten?dari www.anisashop.com. Sebagai generasi muda kita harus bisa membawa ciri khas budaya dimana pun berada.

TEMPAT WISATA BELANJA LURIK DI KLATEN

TEMPAT WISATA BELANJA LURIK DI KLATEN

Sekarang ini, Klaten merupakan daerah yang paling perhatian terhadap keberlangsungan hidup tenun lurik. Tak salah jika ada yang menyebut bahwa Kabupaten Klaten itu merupakan ibukota tenun lurik. Pasalnya, tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) lurik menjadi andalan kota ini. Ada banyak sekali desa yang menjadi sentra pengrajin lurik. Bahkan jika kita memasuki atau melewati kota Klaten, maka di pintu masuknya kita akan menemui monumen berupa patung seseorang yang sedang menenun dengan ATBM. Monumen yang dibangun pada tahun 2012 ini, berdiri di Jalan Raya Yogyakarta-Solo, atau tepatnya di perempatan Tegalyoso, Klaten.

Dulu, ketika kain tenun lurik masih berada di jaman keemasannya, hampir semua penduduk di Klaten melakukan pekerjaan menenun. Jumlahnya ribuan. Keberadaan sentra tenun lurik menyebar di beberapa kecamatan antara lain, Pedan, Cawas, Bayat, Juwiring, Karangdawa dan Delanggu yang terkenal dengan beras rojolele-nya. Namun seiring persaingan bisnis kain yang makin ketat, dimana pasar lebih memilih harga murah, maka keberadaan sentra tenun lurik semakin berkurang. Dan dari sedikit yang masih bertahan itu diantaranya adalah Desa Wisata Tenun Tlingsing dan Lurik Prasojo di Pedan.

Sentra Tenun Lurik Tlingsing

Desa wisata penghasil kain lurik ini tepatnya berada di Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Mayoritas penduduk Desa Tlingsing ini berprofesi sebagai petani dan pengrajin lurik. Diantara desa-desa yang memproduksi lurik, Desa Tlingsing inilah yang jumlah pengrajinnya paling banyak. Kurang lebih ada 225 pengrajin lurik di Desa Tlingsing ini. Pada tahun 2010, Desa Tlingsing ini ditetapkan sebagai desa wisata kerajinan.

Memasuki area perumahan warga di desa ini, akan disambut dengan suara dag-dog-dag-dog yang berasal dari alat tenun ATBM. Suara itu terdengar sayup-sayup namun seolah bersahut-sahutan. Rupanya, jam-jam saat matahari tengah semangat-semangatnya mengeluarkan sengatnya merupakan jadwal menenun bagi warga desa ini. Di Desa Tlingsing inilah paling banyak jumlah penenunnya di banding desa lain di Klaten.

Showroom Lurik Prasodjo

Pedan, kecamatan di Kabupaten Klaten dikenal sebagai pusat kerajinan tenun lurik. Di daerah ini lurik memiliki sejarah yang sangat panjang, serta cerita pasang surut yang mengiringinya. Ada sentra tenun lurik yang masih bisa bertahan, namun banyak pula yang tumbang. Salah satu yang masih bertahan yaitu Sentra Tenun Prasodjo yang didirikan Sumo Hartono sejak tahun 1950. Nama itu kemudian disingkat menjadi SH dan dijadikan logo merek. Lurik Prasodjo terletak di Kampung Pencil, Kelurahan Bendo, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten.

Berbeda dengan sentra tenun lurik Tlingsing yang masih menggunakan ATBM, maka di Lurik Prasojo ini sudah menggunakan Alat Tenun Mesin (ATM). Ini dilakukan mengingat perkembangan teknologi sudah sedemikian pesat. Dan setelah menggunakan mesin tenun, maka produksi tenunnya juga semakin variasi. Tak melulu hanya warna dan motif yang klasik saja.

tenun gerimis tumpal sby

TEMPAT WISATA BELANJA LURIK DI KLATEN

Itulah destinasi wisata jika ingin berbelanja lurik di Klaten dari www.anisashop.com. Ayo lestarikan seni & budaya Indonesia, cintai negerimu dengan mengenal lebih dalam seni budaya Indonesia.

 

LURIK LAHIR DI KOTA KLATEN

LURIK LAHIR DI KOTA KLATEN

Selain kain batik, salah satu yang menjadi kebanggaan Indonesia adalah kain lurik.Usia tenun lurik di Indonesia, hampir setua sejarah berdirinya bangsa ini. Dari sejak jaman Majapahit, tenun lurik sudah dikenal masyarakat. Lurik juga muncul pada relief Candi Borobudur. Dimana pada reliefnya tergambar seseorang yang sedang menenun dengan alat tenun gendong.

Lurik merupakan nama kain, kata lurik sendiri berasal dari bahasa Jawa, lorek yang berarti garis-garis, yang merupakan lambang kesederhanaan. Pada dasarnya kain lurik hanya mempunyai satu motif saja yaitu garis. Motif dengan corak searah panjang disebut sebagai lajuran, motif yang searah dengan lebar kain disebut dengan pakan malang, sedangkan corak kotak-kotak kecil disebut dengan cacahan.

Pada awalnya tahun 1938, seorang pengusaha asal Pedan bernama Suhardi Hadisumarto berkesempatan mendulang ilmu menenun di sekolah Textiel Inrichting Bandoeng (TIB). Sepulang dari TIB, Suhardi mengajak keluarganya untuk membangun rumah usaha tenun lurik di Pedan.Bisnis tenun yang dirintisnya menjadi perusahaan yang terkenal dengan omzet yang luar biasa. Namun nahasnya, pada 1948 terjadi agresi militer oleh Belanda yang menyebabkan bisnis tenun Pedan ikut terkena dampaknya. Bung Karno dan Bung Hatta pun sempat ditangkap Belanda. Itulah jiwa Sang Kolonial, yang ternyata membuat Suhardi  harus menutup bisnis tenunnya dan hidup jauh di pengungsian.

Sementara itu, saat terjadi pengungsian besar-besaran pada 1950, masyarakat yang tergabung dalam Badan Keamanan Rakyat (BKR) melakukan perlawanan terhadap Belanda lewat gencatan senjata. Bukti yang tersisa adalah pabrik gula di Pedan milik Sunan Ground Solo yang ikut terbakar. BKR berhasil melucuti senjata dan mengusir tentara Belanda dari Pedan.

Bisa jadi, Suhardi nelangsa merindukan aktivitas menenunnya. Selama dalam pengungsian, Suhardi menyempatkan diri berbagi pengalaman dan mengajarkan pembuatan tenun lurik untuk masyarakat pengungsi. Barak pengungsian disulapnya menjadi sekolah menenun yang sederhana. Semangat mereka bangkit, termasuk Rahmad yang ikut belajar. Sepulangnya dari pengungsian, mereka kembali menekuni ilmu yang telah diajarkan Suhardi dengan membuka lapak-lapak tenun lurik di teras-teras rumah.

Bisnis lurik semakin laris dan dilirik banyak daerah. Dalam misi menyejahterakan masyarakat Pedan, pada 1952 didirikanlah koperasi primer Pengusaha Perusahaan Tenun (PPT). Orde lama pernah bersabda, ‘berdikari berpijak di kaki sendiri, tidak bergantung dari luar’. Benteng-benteng koperasi pun mulai berdiri. Seperti G.K.B.J (Gabungan Koperasi Batik Indonesia), Koperasi Tekstil Seluruh Indonesia (Kopteksi), yang berlandaskan koperasi kerakyatan.

Keberadaan koperasi ini sangat mendukung dalam usaha industri tenun lurik di Pedan. Keperluan seperti bahan dasar tenun yang berupa benang dan pewarna dikoordinir oleh koperasi sehingga pengadaan bahan tenun tidak sembarang tempat dan harga pasar tidak dipermainkan tengkulak. Itulah sebabnya, Bapak Koperasi disematkan atas kebaikan Bung Hatta yang menaruh rasa peduli pada rakyat kecil melalui pendirian koperasi di Indonesia.

Lebih dari 500 pengusaha dan 60.000 orang menggantungkan hidupnya dari menenun lurik. Pedan semakin berjaya dan bisnis lurik semakin menguntungkan.

LURIK LAHIR DI KOTA KLATEN

Itulah cerita lahirnya lurik di kota Klaten dari www.anisashop.com yang awalnya seorang pengusaha asal Pedan bernama Suhardi Hadisumarto berkesempatan mendulang ilmu menenun di sekolah Textiel Inrichting Bandoeng (TIB) dan sekarang kain lurik menjadi suatu kain ciri khas kota Klaten.

Keunggulan Lurik ATBM

Keunggulan Lurik ATBM

Klaten juga memiliki ciri khas Budaya yang melekat di kota ini, salah satunya adalah tenun lurik yang dibuat dengan alat tradisional atau yang sering disebut dengan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Berikut kita dapat mengetahui keunggulan dan kelemahan kain Lurik ATBM.

KEUNGGULAN LURIK ATBM

  1. Daya tahan lebih baik

Salah satu inti yang membuat sebuah kain disebut sebagai kain lurik adalah penggunaan benang katun, sehingga menghasilkan tekstur yang khas pada kain ini. Penggunaan benang katun akan membuat kain lurik mempunyai tingkat kenyamanan dan daya serap yang baik.

  1. Mempunyai nilai estetikayang tinggi

Lurik tradisional memiliki keunikan dibandingkan dengan lurik mesin, tekstur atau jarak antar benangnya yang khas membuatnya berbeda dari hasil tenun mesin yang lebih rata dan monoton. Meskipun tidak pakai mesin hasilnya pun sangat indah dan memiliki nilai seni yang tinggi.

  1. Kualitas yang tinggi

Hasil tenunan kain lurik ATBM tidak serapat kain buatan mesin, akan tetapi kain ini memiliki warna kain bolak balik yang sama. Disebabkan karena proses pewarnaan lurik dimulai dari benang dan menggunakan bahan alami.

 

KELEMAHAN LURIK ATBM

  1. Harga lebih mahal dan persediaan terbatas

Teksturnya yang khas membuatnya berbeda. Ini yang membuat lurik tradisional memiliki harga yang lebih mahal, karena memiliki ciri khas yang tidak akan pernah sama dari satu penenun dengan penenun lain. Persediaan terbatas dikarenakan proses produksinya membutuhkan waktu yang lama.

  1. Proses produksi yang cukup lama

Proses produksi kain lurik dimulai dari memintal, mewarnai benang, membuat motif, dan menenun. Kendala yang dihadapi adalah pada proses pengeringan benang ketika cuaca kurang baik. Karena hanya mengandalkan sinar matahari (untuk pengeringan), sehingga waktu pengerjaan bisa mencapai dua bulan.

  1. Mulai jarang, karena banyak digantikan oleh mesin

Meski memiliki penggemarnya tersendiri, pengrajin kain lurik tradisional menemukan banyak kesulitan yang harus dihadapi. Mulai dari proses produksi yang memang tentu saja memerlukan waktu yang lebih lama dibanding dengan lurik mesin. Ditambah lagi peminat yang mulai menurun disebabkan harganya yang lebih mahal dibanding dengan lurik mesin. Pada era sekarang ini, banyak yang lebih memilih lurik modern daripada lurik tradisional ATBM. Hal ini dikarenakan harga lurik modern jauh lebih terjangkau daripada lurik tradisional.

tenun lurik batik

Keunggulan Lurik ATBM

Nah itulah Keunggulan Lurik ATBM dari www.anisashop.comtertarik untuk memakai atau bahkan ingin mempelajari lebih dalam lagi seluk beluk tentang kain lurik ATBM ini? Sebagai generasi muda, kita wajib melestarikan kebudayaan Nusantara agar tak hilang ditelan zaman, ya!

ASAL USUL ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin)

ASAL USUL ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin)

Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) adalah semua bentuk peralatan yang dapat membuat kain tenun di gerakkan bukan olehtenaga mesin melainkan di gerakkan secara manual dengan tenaga manusia. ATBM di sebut juga alat tenun model TIB berasal dari kata “ Testile Inrichting Bandung “, karena lembaga inilah yang mula-mula menciptakan alat tenun ini di Indonesia sejak tahun 1912.

ATBM pertama kali masuk dan di pergunakan di Kabupaten Wajo pada tahun 1950an dimana pada awalnya hanya memproduksi kain sarung Samarinda. Sejak tahun 1980an mulai memproduksi sarung sutera dengan motif balo tettong hingga dalam perkembangan selanjutnya ATBM bukan saja memproduksi kain sutera tetapi lebih di kembangkan dengan memproduksi kain motif tekstur polos, selendang, perlengkapan bahan pakian, aksesoris rumah tangga, hotel, kantor dan sebagainya berdasarkan permintaan pasar dan konsumen.
ATBM yang di lengkapi dengan 3 jenis alat berdasarkan penggerak gun yang di gunakan dapat di memproduksi berbagai motif kain, yaitu :

  1. ATBM Roll/Kerek (roda gila) yang di lengkapi dua pedal dan satu Roll dapat menghasilkan kain dengan motif anyaman polos / plat dan turunannya.
  2. ATBM dobbi, menghasilkan kain dengan motif anyaman plat, keper, satin dan turunannya serta kain berlapis.
  3. ATBM jakart/Jacquard, menghasilkan kain dengan motif anyaman plat, keper, satin dan turunan serta jenis kain berlapis dengan variasi yang lebih komplit di bandingkan ATBM dobbi.

ASAL USUL ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin)

Begitulah asal usul Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dari www.anisashop.com yang diciptakan pada tahun 1912 dan mulai dipergunakan oleh Indonesia di Wajo pada tahun 1950an.

Tips Merawat Blangkon

Tips Merawat Blangkon

Cara merawat blangkon  :

  • Tempatkan blangkon pada tempatnya.
  • Simpan blangkon ditempat yang kering.
  • Masukkan ke dalam lemari atau plastik yang bersih.
  • Bersihkan blangkon dengan sikat halus sebelum dipakai dengan tujuan untuk menghilangkan debu atau kotoran yang menempel di blangkon.

Sebelum menyimpan blangkon kesayangan Anda bisa terlebih dahulu menyikat agar saat disimpan tidak meninggalkan kotoran yang tertempel di blangkon. Pertama-tama siapkan terlebih dahulu sikat halus dengan 2 ukuran serta air bersih. Sikat yang berukuran besar bisa digunakan untuk menyikat area yang luas dan tidak tertutup, sedangkan sikat yang kecil digunakan untuk meyikat area yang sulit dijangkau dan tersembunyi. Cara mencucinya sangat mudah dengan membasahi terlebih dahulu sikat kemudian menyikat secara perlahan dan searah.

blangkon lurik

Tips Merawat Blangkon

Sekian Tips Merawat Blangkon  dari www.anisashop.com yang bisa dilakukan di rumah untuk merawat blangkon kesayangan Anda. Blangkon akan tetap terlihat bersih dan tahan lama. Semoga bermanfaat.

Tips Membedakan Kain Lurik Tenun Asli dan Kain Lurik Tenun Sintetis/Printing

Tips Membedakan Kain Lurik Tenun Asli dan Kain Lurik Tenun Sintetis/Printing

Memilih kain tenun yang baik memang bukanlah perkara mudah, apalagi jika kita tidak mempunyai cukup pengetahuan tentang kain tenun. Jika dilihat secara kasat mata memang sulit membedakannya, apalagi saat ini ada dua jenis kain tenun yang beredar dipasaran, yaitu kain tenun asli dan kain tenun sintetis. Jika anda berniat membeli kain tenun tentu anda harus tahu bagaimana cara membedakan kain tenun asli dan kain tenun sintetis. Mengapa demikian?

Kain tenun asli adalah kain tenun yang ditenun dengan menggunakan alat tenun tradisional atau alat tenun bukan mesin (ATBM), atau dengan kata lain tidak dibuat dengan mesin. Selain itu kain tenun asli biasanya banyak menggunakan bahan alami sebagai bahan dasar pembuat kain misalnya pewarna. Pada kain tenun asli, pewarna yang digunakan adalah pewarna alami yang didapat dari tumbuhan disekitar lingkungan pengrajin dan diproses secara alami.Nah, karena proses dan bahan yang digunakan tak heran jika kain tenun ini harga nya sangat mahal jauh melebihi harga kain tenun sintetis.

Kain tenun sintetis adalah kain tenun yang dicetak dengan bantuan mesin atau biasa disebut tekstil printing. Selain itu bahan seperti pewarna yang digunakan juga bahan pewarna sintetis. Harga jual kain tenun sintetis ini jauh lebih murah apabila dibandingkan dengan kain tenun asli. Memang kain tenun ini dibuat agar kain tenun dapat dihasilkan dalam waktu yang lebih cepat dan dengan harga jual yang lebih murah. Tujuannya adalah agar semua lapisan masyarakat mempu membeli kain tenun. Tetapi mutu dan kualitas kain tentu sangat berbeda.

Berikut ini adalah perbedaan kain tenun asli dengan kain tenun sintetis:
Kain tenun asli dan sintetis sekilas memang terlihat sama tetapi jika kita amati lebih teliti akan tampak bedanya. Tidak sulit kok untuk membedakanya. Yuk simak yang berikut ini.

1. Perhatikan Coraknya

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengamati corak kain. Corak kain tenun ATBM tampak tidak teratur pada setiap benang. karena dibuat secara manual memang besar kemungkinan jika pola benang satu dengan benang lainnya tidak sama. Pola tidak teraturnya kecil-kecil hanya dalam hitungan benang. satu benang mungkin terlihat sedikit menjorok warna putihnya sedangkan benang disampingnya tidak begitu menjorok. Tetapi inilah yang menjadi keunikan kain tenun ATBM.Lain halnya dengan kain tenun sintetis, pola ketidakteraturannya lebih besar. Mesin tenun tidak mampu memberi warna yang berbeda pada setiap benang.

2. Perhatikan Permukaan Kain

Selanjutnya perhatikan permukaan kain baik bagian depan maupun bagian belakang kain. pada kain tenun ATBM bagian depan dan belakang kain terlihat sama baik corak maupun warna. Kedua nya sama sama cerah karena proses pewarnaan dilakukan pada benang sebelum benang ditenun.

3. Amati Kerapatan Benang

Pada kain tenun ATBM, kerapatan benang tampak tidak sama persis. Hal ini disebabkan karena proses menenun dikerjakan dengan tenaga manusia sehingga terkadang ada bagian yang terlihat lebih rapat dan ada bagian yang tidak. Sebaliknya pada kain tenun sintetis, karena dikerjakan oleh mesin maka kain tenun mempunyai kerapatan benang yang sama persis.

tenun ikat blangket

Tips Membedakan Kain Lurik Tenun Asli dan Kain Lurik Tenun Sintetis/Printing

Demikianlah informasi tentang Perbedaan Kain Lurik Tenun Asli dan Kain Lurik Tenun Sintetis/Printing  dari www.anisashop.com. Untuk mengetahui kain tenun yang anda miliki asli dan berkualitas premium ada beberapa tips untuk membedakannya antara lain : perhatikan coraknya, perhatikan permukaan kain dan amati kerapatan benang. Semoga bermanfaat.

Tips Mencuci Surjan

Tips Mencuci Surjan

Surjan merupakan nama model busana khas Jawa, yang pola rancangannya diambil dari pola sikap tangan orang yang siaga menghadap serangan lawan, yaitu tangan bersilang di depan dada. Surjan dahulu digunakan oleh para bangsawan mataram dan aparat kerajaan hingga prajurit untuk membedakan jenjang jabatan/kedudukan pemakainya, ditandai atau dibedakan dari besar-kecilnya motif lurik, warna dasar kain lurik dan warna-warni luriknya. Lalu bagaimana cara merawat surjan lurik agar tetap awet dan memiliki warna yang indah seperti baru?

Berikut ini adalah beberapa Tips Mencuci Surjan Anda.

1. Saat mencucinya, gunakan sabun pencuci khusus untuk kain lurik yang banyak dijual di pasaran. Atau cuci lurik dengan sampo rambut. Sebelumnya, larutkan sampo di air sampai tak ada bagian yang mengental. Lalu, celupkan kain lurik.

2. Mencuci kain lurik juga bisa dengan menggunakan buah lerak atau daun tanaman dilem yang sudah direndam air hangat. Caranya, remas-remas buah lerak atau daun dilem sampai mengeluarkan busa lalu tambahkan air secukupnya, dan siap untuk mencuci kain lurik. Aroma buah lerak mampu mencegah munculnya hewan kecil yang bisa merusak model surjan.

3. Saat mencuci kain lurik, jangan pakai deterjen dan jangan digosok. Jika kain lurik tak terlalu kotor, cukup rendam di air hangat. Tapi jika benar-benar kotor, misalnya terkena noda makanan, bisa dihilangkan dengan sabun mandi atau kulit jeruk. Caranya, cukup dengan mengusapkan sabun mandi atau kulit jeruk di bagian yang kotor tadi.

4. Jangan mencuci kain lurik dengan mesin cuci.

5. Saat akan menjemurnya, kain lurik yang basah tak perlu diperas. Dan jangan menjemurnya langsung di bawah sinar matahari. Jemurlah di tempat teduh atau diangin-anginkan hingga kering.

6. Saat menjemurnya, tarik bagian tepi kain lurik secara perlahan agar serat yang terlipat kembali ke posisi semula.

7. Jika sudah dijemur, hindari menyeterika kain lurik secara langsung. Jika tampak sangat kusut, semprotkan sedikit air di atas kain lurik lalu letakan sehelai alas kain di atasnya, baru diseterika.

8. Jangan semprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke kain lurik, terutama lurik dengan pewarna alami. Sebaiknya, tutupi dulu kain lurik dengan koran, lalu semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain tadi di atas koran.

9. Simpan surjan lurik kesayangan Anda dalam plastik agar tak dimakan ngengat. Saat disimpan dalam lemari jangan diberi kapur barus, karena zat padat ini sangat keras dan bisa merusak kain lurik. Cara lain agar kain lurik tak dimakan ngengat adalah dengan memberi sedikit merica yang dibungkus tissu di lemari tempat menyimpan surjan lurik. Atau letakkan akar wangi yang sudah dua kali melalui proses pencelupan dalam air panas dan dijemur hingga kering.

 

Tips Mencuci Surjan

Demikian tadi beberapa Tips Mencuci dan Merawat Surjan lurik kesayangan Anda dari www.anisashop.com, bila Anda rajin melakukan tips di atas, maka surjan lurik Anda akan selalu kelihatan baru dan wangi layaknya baru beli di toko. Semoga bermanfaat.

Dikembangkan oleh LKP KEMBAR